BERITA SEPUTAR PEMALANG

Tuesday, December 1, 2020

Ketapang Berebut Pulung, Siapa Untung?


SeputarPemalang.Com
- Ketapang identik dengan cerita legendaris, bahkan mistis. Sampai-sampai pemilihan kepala desa yang akan digelar serentak pada 27 Desember 2020 nanti tak luput dari bumbu-bumbu cerita legendaris dan mistis tersebut.

Legendaris? Konon menurut legenda Desa Ketapang yang terletak di Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, didirikan oleh Kyai Kapang. Kyai Kapang inilah yang diyakini babad alas untuk membuka desa yang kemudian diberi nama Ketapang, dari kata Kapang, kyai yang membabat hutan. Ada pula yang mengaitkan Ketapang dengan nama salah satu jenis pohon, yakni Ketepeng, atau dalam bahasa Indonesia, Ketapang.

Terlepas dari versi mana yang benar, konon makam Kyai Kapang berada di "Ampelan", yakni serumpun pohon bambu jenis Ampel yang terletak di RT 04 RW 02 atau tepatnya di depan musola Ampelan.

Bagi siapa pun yang berminat menjadi kepala desa, dianjurkan untuk "sowan" ke makam atau petilasan Kyai Kapang agar mendapatkan "pulung" atau semacam wahyu keprabon.

Dari sinilah kisah mistis dalam Pilkades Ketapang dimulai.

"Pulung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti "anugerah" atau "pangkat". Pulung, menurut orang-orang yang waskita, wujudnya seperti bintang berekor atau meteor yang jatuh dari langit. Calon kepala desa yang rumahnya kejatuhan atau ketiban pulung tersebut pada malam hari menjelang pemungutan suara diyakini akan terpilih menjadi kepala desa, karena dia telah mendapatkan wahyu keprabon.

Sebab itu, pada malam sebelum pencoblosan berlangsung dianjurkan agar para calon kepala desa tirakatan, semedi atau "qiyamulail" (salat malam).

Konon, pulung tersebut bukan hanya jatuh dengan sendirinya, melainkan juga bisa diperebutkan. Sebab itu, biasanya para calon kepala desa menggunakan jasa dukun, paranormal, kyai atau apa pun sebutannya, untuk membantu dia merebut pulung supaya jatuh ke dirinya. Sebab, pulung tersebut bisa berpindah dari satu calon kepala desa ke calon kepala desa lainnya.

Baca Juga : 4 Calon Mendaftar di Pilkades Desa Ketapang Kecamatan Ulujami

Katakanlah pada tengah malam pulung itu jatuh ke si A, menjelang subuh bisa terbang lagi dan berpindah serta jatuh ke si B. Siapa calon kepala desa yang berhasil mendapatkan pulung tersebut, keesokan harinya ia akan beruntung dan memenangkan pemungutan suara serta terpilih menjadi kepala desa.

Masih di ranah mistis, pulung tersebut akan jatuh secara bergantian ke wilayah wetan kali atau kulon kali.

Kali atau sungai dimaksud adalah saluran air yang membelah wilayah wetanan dan kulonan. Sungai itu memanjang dari selatan ke utara. Sungai itu letaknya bersisian dengan jalan di depan balai desa atau di belakang Masjid Al Ikhlas.

Bilamana pulung itu jatuh ke wetan kali, maka calon kepala desa yang berdomisili di wetan kali itulah yang akan terpilih. Begitu pula sebaliknya. Bilamana pulung itu jatuh ke kulon kali, maka calon kepala desa yang tinggal di kulon kali itulah yang akan terpilih.

Namun, jatuhnya pulung itu ke wetan kali atau kulon kali tidaklah pasti dalam setiap periode, satu periode saja atau dua periode secara berturut-turut.

Ada yang jatuh untuk dua periode berturut-turut, ada yang hanya sekali periode. Contohnya, saat kepala desa Subiyanto digantikan Surah, keduanya kini sudah almarhum, pulung itu jatuh untuk dua periode secara berturut-turut. Saat itu keduanya sama-sama tinggal di wetan kali.

Pengganti Surah adalah Kurnadi yang tinggal di kulon kali. Sedangkan pengganti Kurnadi adalah Kuswadi yang tinggal di wetan kali. Jadi, jatuhnya pulung hanya untuk satu periode masing-masing.

Pertanyaannya, kepala desa terpilih dalam pilkades tahun ini apakah yang tinggal di wetan kali atau kulon kali?

Bagaimana peluang calon kepala desa ditinjau dari weton atau hari lahir?

Apa kata paranormal Ki Sepuh Cakra Bumi soal peluang calon kepala desa? Ikuti ulasan berikutnya.


Penulis : Karyudi Sutajah Putra


0 Post a Comment