Latest News
Saturday, December 7, 2019

Harga Jagung Tidak Stabil, Petani Jagung Di Pemalang Menjerit


SeputarPemalang.Com - Pada musim kemarau tahun ini trend yang sedang terjadi dilapangan berbanding terbalik dengan tahun kemarin, tahun kemarin ketersediaan jagung dilapangan berkurang akibat puncak musim kemarau yang terjadi di bulan November ini. 

Akan tetapi pada saat itu harga jagung justru malah melambung naik dikarenakan ketersediaan stoknya yang berkurang. Pada musim kemarau tahun ini justru mlah tidak seperti tahun kemarin, pada tahun ini musim kemarau berlangsung cukup panjang dan mengakibatkan hampir 50% petani mengalami gagal panen.

Petani jagung di Kejene yaitu Slamet mengatakan bahwa tidak hanya harga jagung saja yang saat ini mengalami penurunan, bahkan pembelian ayam potong pun ikut mengalami penurunan. 

Biasanya harga ayam potong berada diharga yang stabil bahkan naik. Mungkin karena hal itu juga harga jagung mengalami penurunan, pasalnya jagung yang digunakan untuk pakan ternak produksinya berkurang sehingga harganya pun mengalami penurunan.

Karena biasanya para petani yang berada di Desa Kejene bekerja sama atau menjual hasil panen jagung mereka kepada pengepul dan nantinya akan dijual lagi ke perusahaan pembuat pakan ternak (pakan jadi atau pur). Karena jagung yang dijual oleh para petani nantinya akan diolah menjadi pakan ternak. Akan tetapi saat ini perusahaan pembuat dan selaku pemproduksi pakan mengurangi jumlah produksi pakan.

Selain hal itu ada juga dampak yang dirasakan oleh para petani yang ada di Kejene akibat terjadinya gagal panen yang terjadi karena panjangnya musim kemarau pada tahun ini. 

“Dampaknya itu seperti berkurangnya pemasukan, belum lagi kalau petani itu punya tanggungan sama juragannya seperti dibiayai benih atau pupuknya. Itu semua malah jadi menambah hutang para petani” Ungkap Slamet petani jagung di Pucangsari, Kejene, Kabupaten Pemalang, Kamis (29/11).

Tidak hanya para petani saja yang mengeluhkan soal turunnya harga jagung akibat musim kemarau yang panjang. Ada salah satu pengepul dan selaku pemilik gudang jagung di Desa Cibuyur, Kabupaten Pemalang yang bernama Syarif juga mengeluhkan harga jagung yang turun, hal ini menyebabkan pemilik gudang jagung tersebut menahan dulu jangung sampai harga jagung kembali menunjukkan kenaikannya.

“Padahal harga jagung di daerah Pemalang itu fluktuatif diangka Rp 4.000- Rp 4.500 perkilogramnya, tapi malah pada musim kemarau tahun ini justru harga jagung berada di angka Rp 3.700- Rp 4.000 perkilogramnya” Ungkap Syarif selaku pemilik gudang jagung Mutiara Jaya di Cibuyur, Kabupaten Pemalang, Kamis (29/11).

Dan yang bisa dilakukan oleh para petani pada saat ini adalah menunggu musim hujan datang sembari mempersiapkan lahan tanam untuk musim tanam berikutnya. Tapi sekarang harga jagung pun sudah menunjukkan kenaikan. (Fadhil Alim Mukhson)

KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Harga Jagung Tidak Stabil, Petani Jagung Di Pemalang Menjerit Rating: 5 Reviewed By: Asriyatno