Latest News
Tuesday, June 21, 2016

KALI COMAL MELUAP LAGI, PEMUKIMAN DAN TAMBAK TERGENANG




SeputarPemalang.Com -

Hujan deras malam Minggu 18 Juni 2016 membuat Kali Comal Meluap. Hampi seribuan rumah di dua desa di Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tergenang banjir yang terjadi sejak Minggu dini hari, 19 Juni. Ketinggian air antara 30-50 cm, bahkan di beberapa titik ketinggian air mencapai satu meter.

Dua desa tersebut adalah Desa Limbangan dan Mojo. Banjir terjadi akibat meluapnya air di Sungai Comal, setelah wilayah Pemalang bagian selatan diguyur hujan sejak Sabtu siang hingga Minggu dini hari.

Kata wismo, walaupun dua desa tersebut digenangi bajir, namun belum ada warga yang diungsikan. Sebab banjir diperkirakan akan surut pada sore hari.

"Asalkan wilayah selatan tidak hujan lagi," ujarnya.


Dari informasi Dinas PSDA, Wismo menyebutkan, ketinggian air di bendung Sukowati saat ini mencapai 1,5 meter. "Kalau tadi malam itu mencapai 2,5 meter sehingga mengakibatkan air sungai meluap."

Banjir yang datang kali ini di luar perkiraan, karena biasanya pada bulan Juni sudah memasuki musim kemarau. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun warga menderita kerugian material yang belum bisa diperhitungkan.

"Untuk logistik sudah kami geser ke kantor Balaidesa Mojo, untuk antisipasi ada pengungsian, jika ada banjir susulan," ungkapnya.

Sementara warga masih banyak yang berkerumun di sekitar jalan utama desa. Sebagian warga masih ada yang bertahan di rumah untuk membersihkan sampah. Sementara itu banyak anak-anak yang memanfaatkan banjir sebagai arena bermain.

Azis, 50, warga Desa Mojo tidak mengira akan datang banjir. Karena banjir biasanya datang pada Januari atau Februari. Sehingga ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya.

"Hanya beberapa barang saja yang bisa diselamatkan, karena banjirnya itu tiba-tiba, datangnya setelah sahur dan saat akan salat Subuh" katanya.

Walaupun rumahnya digenangi air hingga ketinggian 50 cm, namun Azis dan keluarganya tidak mengungsi. Alasannya, banjir yang terjadi hanya luapan dari Sungai Comal dan akan cepat surut

Banjir akibat luapan Sungai Comal di Pemalang, Jawa Tengah, membuat puluhan hektar tambak udang vaname siap panen tergerus. Para petani merugi hingga ratusan juta rupiah.

Puluhan Hektar Tambak Terendam, Petani Gagal Panen

Banjir mulai menggenangi wilayah tambak sejak Subuh, itu disekitar bantaran sungai Comal. Semakin siang banjir sudah merembet ke arah timur, wilayah Ujungkumpul.

Salah satu petani tambak Desa Mojo, Timbul, 55, mengaku jika ia merugi hingga Rp. 350 juta. Satu hektare tambak udang vaname miliknya, yang seharusnya masuk masa panen hilang tanpa sisa.

"Total kerugian sekitar Rp350 juta. Rinciannya, tambak udang vanamie seluas satu hektar sekitar Rp250 juta, dan tiga hektar tambak bandeng sekitar Rp100 juta," katanya, Senin (20/06/2016).

Itu belum termasuk kerugian pupuk dan obat-obatan tambak yang terendam di gudang miliknya. Banjir merendam dagangan yang menjadi tumpuan ekonomi keluarganya itu.

"Banjir kemarin itu di luar prediksi, saya tidak sempat antisipasi. Semua barang yang belum dipindahkan hampir separuh terendam air," tambahnya.

Petani lainnya, Azis, 55, juga menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah. Tambak udang vanamie miliknya seluas 5.000 meter persegi, hampir tak tersisa.

"Harusnya kemarin kalau 5.000 meter persegi bisa menghasilkan sekitar 5 ton udang, tapi karena diterjang banjir, cuma sisa 2 kuintal saja," katanya.

Menurutnya, saat ini harga udang vaname ukuran 30/kg sekitar Rp. 110 ribu/kg. Jika tidak diterjang banjir, seharusnya dapat menghasilkan uang sekitar Rp. 550 juta.

Camat Ulujami, Suherman mengatakan, dampak banjir bandang Minggu kemarin, paling parah diderita oleh petani tambak udang vanamie. Mereka sebagian besar warga Desa Mojo. Sudah enam petani tambak yang dilaporkan hasil tambaknya hilang karena banjir.

"Yang hilang tanpa sisa itu luasannya sekitar 15 ribu meter persegi tambak udang vaname usia tabur hingga hingga 80 hari, tapi kalau tambak bandeng sebagian sudah ada yang dipanen, jadi tidak terlalu besar kerugiannya," ungkapnya.

Sedangkan untuk petani tambak di Desa Limbangan, pihaknya mengaku masih melakukan pendataan.

KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: KALI COMAL MELUAP LAGI, PEMUKIMAN DAN TAMBAK TERGENANG Rating: 5 Reviewed By: Nano Setiyono