Latest News
Friday, November 6, 2015

Pembebasan Lahan Tol Pejagan-Pemalang Terganjal Regulasi Baru


SeputarPemalang.ComProyek pekerjaan Tol Pejagan-Pemalang di Brebes, Jawa Tengah, terancam tak akan rampung pada tahun 2015. Malahan pelaksanaannya dapat molor sampai tahun 2016. Proyek terganjal regulasi baru ihwal pembebasan lahan.

Anggota tim pembebasan tanah daerah, Warsito Eko Putro berujar, proses pembebasan sisa lahan tol Trans Jawa milik warga masih belum terang.

"Kami yang di daerah telah semaksimal mungkin bekerja. Malahan bupati juga berkali-kali membujuk serta memberi pengertian kepada pemilik lahan, tapi mereka tetap menolak karena harga tak cocok," ujar Warsito ketika ditemui Metrotvnews.com di ruang Assisten I Setda Brebes, Hari Rabu (4/11/2015).

Dari data yang ada, lahan milik warga yang belum dilepas terdiri dari 10 bidang dari enam pemilik. Lahan itu mayoritas berupa persawahan serta satu bangunan. Keseluruhnya tersebar di enam desa di dua kecamatan.

Di antaranya Desa Rancawuluh, Petunjungan serta Desa Banjaratma di wilayah Kecamatan Bulakamba. Sedangkan di Kecamatan Brebes lahan tersebut berada di Desa Krasak, Terlangu serta Banjaranyar.

Sesuai desain awal, Jalan Tol Pejagan-Pemalang memiliki total panjang 57,5 kilometer serta terbagi atas empat seksi, yakni seksi satu Pejagan-Brebes Barat (14,20 km), seksi II Brebes Barat-Brebes Timur (6 km), seksi III Brebes Timur-Tegal Timur (10,40 km), serta seksi IV Tegal Timur-Pemalang (26,90 km).

Assisten I Setda Brebes, Suprapto menambahkan, dari 10 bidang lahan yang belum dibebaskan itu, hanya 0,45 persen dari total kebutuhan. Sedangkan persentase lahan yang telah dibebaskan mencapai 99,55 persen. 

"Ada peralihan regulasi. Jika dulu pembebasan lahan yang telah selesai menggunakan Perpres 36 Tahun 2005, namun kini sisa lahan yang masih bersengketa akan menggunakan regulasi yang baru yakni Undang-undang Nomor 2 tahun 2012 serta Perpres 71 nomor 2012," ujar Suprapto.

Umumnya pemilik tanah tak melepas karena memohon harga yang melebihi dari taksiran tim penilai (appraisial). Taksiran tim, untuk harga tanah daratan sebesar Rp190 ribu/meter ditambah dengan harga bangunan serta tanaman di atasnya. Sedangkan untuk tanah sawah indeksnya Rp90 ribu/meter, sedangkan bila sawah telah bersertifikat ditambah 10 persen lagi.

Pemkab telah memfasilitasi kepada mereka dengan harga yang relatif tak merugikan. Termasuk kepada keluarga Darsiti yang rumahnya masih berdiri di tengah jalan tol tersebut.

“Kami telah mengusulkan konsinyasi ke tim pembebasan tanah kementrian (TPT) PU. TPT memberi jawaban agar pembebasan menggunakan regulasi baru, jadi prosesnya masih panjang, aku kira tak akan selesai akhir tahun ini," terang Prapto.[metro]


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Pembebasan Lahan Tol Pejagan-Pemalang Terganjal Regulasi Baru Rating: 5 Reviewed By: Dhani Habib AlHuda