Latest News
Wednesday, November 18, 2015

Menyongsong Era Pemimpin Muda Pemalang

Menyongsong Era Pemimpin Muda Pemalang

SeputarPemalang.Com - Tidak sampai satu bulan lagi, daerah di Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak. Kabupaten Pemalang adalah salah satu diantara 224 kabupaten yang turut serta dalam hajatan politik ‘borongan’ tahap pertama tersebut. Sebagai daerah dengan penduduk + 1.262.013 jiwa, tentu sangat berharap nantinya dapat terpilih pemimpin yang mampu berinovasi bukan sekedar janji. 

Harapan tinggi rakyat Pemalang kini, adalah pada hadirnya pemimpin yang mau terjun langsung melihat berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat kemudian secara cepat meresponsnya. Pemimpin yang bukan dengan protokoler ketat dan budaya jaga citra yang melekat, namun pemimpin yang mau berbaur langsung dengan masyarakat tanpa terhalang oleh sekat jabatan.

Era Pemimpin Muda; Sebuah Harapan
Masing-masing pemimpin daerah tentu memiliki karakter yang berbeda, namun tren kekinian menunjukan di beberapa daerah, tampaknya ada gejala perubahan sikap dan gaya kepemimpinan kepala daerah. 

Di beberapa daerah, terlihat ada transformasi kepemimpinan yang mulanya lebih suka duduk di belakang meja menjadi kepala daerah yang senang terjun ke lapangan. Menariknya, model pemimpin demikian ditunjukan oleh Pemimpin muda yang diberi kesempatan untuk duduk di tampuk kekuasaan daerah. 

Contoh pemimpin muda yang sering menyita perhatian adalah gaya kepemimpinan Ganjar Pranowo (46), gubernur Jawa Tengah; Tri Rismaharini (53), wali kota Surabaya; Abdullah Azwar Anas (41), bupati Banyuwangi; Ridwan Kamil (43), wali kota Bandung; dan Nurdin Abdullah (51), Bupati Bantaeng. 

Terlepas dari berbagai kekurangan yang ada, setidaknya mereka dapat mengobati dahaga dan kerinduan rakyat akan hadirnya sosok pemimpin yang mau membumi menengok langsung kondisi rakyat yang dipimpinnya.

Bagi Kab. Pemalang, helatan Pilkada serentak nanti juga diikuti oleh tokoh muda yang usianya tidak jauh berbeda dengan Pemimpin daerah di atas. Tiga pasangan calon Bupati dan wakilnya yang maju, kesemuanya adalah sosok muda yaitu Mukhammad Arifin (40 tahun)/Romi Indiarto (42 tahun), Junaedi (53 tahun)/Martono (51 tahun), dan Mukti Agung Wibowo (39 tahun)/Afifudin (38 tahun). 

Sosoknya yang masih muda, tentu menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat Pemalang. Kehadirannya diharapkan dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang menyejahterakan, mau bekerja keras, berdedikasi tinggi, dan berintegritas.

Diharapkan pula, darinya mampu mendobrak benteng tinggi yang menjadi sekat antara dirinya dan rakyat yang dipimpinnya. Penulis yakin, bahwa rakyat Pemalang tidak berambisi menuntut mereka untuk dapat menjadi Pemimpin layaknya Bung Karno, Hatta, Syahrir, atau Natsir yang mampu mensejajarkan diri dengan Pemimpin kualitas top dunia.

Rakyat Pemalang hanya berharap kelak Pemimpinnya mampu mewujudkan pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas umum, fasilitas pendidikan, dan fasilitas kesehatan layak dan baik yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. 

Sebagai tokoh muda, maka kita berharap jangan sampai kehadirannya malah meruntuhkan paradigma bahwa yang muda lebih berintegritas dan lebih agresif dalam bekerja. Pemimpin muda sudah seharusnya lebih inovatif, melakukan lebih dari apa yang dijanjikan ketika berkampanye demi kesejahteraan rakyat Pemalang. 

Pemimpin yang bisa merepresentasikan diri sebagai pengayom, bukan otoritarian. Sosok yang menyadari jabatan adalah amanah, bukan alat untuk menjarah. Oleh karena itu, agar tak terus terjebak pada kepemimpinan palsu yang eksis karena sekadar pintar memoles citra, rakyat Pemalang mesti cerdas dan jeli dalam menjatuhkan pilihan.

Kesadaran rakyat Pemalang akan pentingnya perubahan harus menjadi pemicu untuk memilih pemimpin dengan pribadi peduli terhadap senasib dan sepenanggungan kita sebagai rakyat yang haus akan perubahan. 

Akhirnya, sukses tidak hadirnya pemimpin Pemalang yang peduli sangat bergantung pada sikap semua pemilih. Cerdas dan cermat dalam memilih adalah kunci untuk mewujudkan kembali harapan kita untuk memiliki pemimpin hebat.

Kiranya Pilkada serentak 2015 dapat dijadikan momentum untuk meneguhkan semangat menjadi satu dalam memilih pemimpin yang memiliki komitmen mengejar kemajuan dan berhasrat tinggi menggapai cita-cita kemakmuran. Semoga.


Ali Ridho (ridho.alihasyim@yahoo.com)*
*Penulis merupakan Warga Asli Pemalang dan sedang menempuh Master Hukum di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Menyongsong Era Pemimpin Muda Pemalang Rating: 5 Reviewed By: asri yatno