Latest News
Wednesday, October 21, 2015

Meski Gratis, Puskesmas Tetap Jaga Pelayanan


SeputarPemalang.Com - Di era pasca reformasi ini, keberpihakan pemerintah dalam upaya menyehatkan seluruh masyaraktnya, tidaklah hanya  sekedar teori , wacana dan utopis belaka. Hal ini sudah terbukti, bahwa salah satu lembaga pelayanan masyarakat terdepan yang berada di setiap kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten  Brebes yang bernama PUSKESMAS kini gratis. 

Lain dengan era dulu, masyarakat yang ingin memeriksakan dirinya terhadap permasalahan kesehatan ke Puskesmas di pungut biaya. Entah karena minimnya dana ABPN/APBD kala itu, atau belum adanya konstitusi / undang-undang yang mengatur terhadap permasalahan kesehatan masyarakat.

Yang jelas, setelah adanya amanat hasil amandemen UUD 1945 terkait kewajiban negara dan pemerintah untuk mengalokasikan 5 % dari APBN untuk dunia kesehatan,sekarang,masyarakat ikut lega khususnya terhadap pelayanan gratis di Puskesmas.

Arti Pentingnya Puskesmas
Pusat Kesehatan Masyarakat, disingkat Puskesmas, adalah organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat.

Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitikberatkan kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajad kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan.


Fungsi Puskesmas

Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan.
Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Di samping itu aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap pembangunan di wilayah kerjanya.

Khusus untuk pembangunan kesehatan, upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.

Pusat pemberdayaan masyarakat.
Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaannya.

Puskesmas jugaa ikut menetap, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan. Pemberdayaan perorangan, keluarga dan masyarakat ini diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya sosial budaya masyarakat setempat.

Pusat strata pelayanan kesehatan strata pertama.
Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu danberkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab puskesmas meliputi :
  • Pelayan kesehatan perorangan. Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi  dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu di tambahkan dengan rawat inap.
  • Pelayanan kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. 

Keluhan Pelayanan Puskesmas

Pelayanan kesehatan di Puskesmas saat ini memang masih sering dikeluhkan oleh masyarakat. Hal-hal yang sering dikeluhkan antara lain adalah :

1. Petugas tidak ramah.
Petugas yang selalu marah marah begitu ada pasien, yang datang. administrasi yang lama, petugas yang sering terlambat dan pulang cepat, selalu menjadi keluhan masyarakat. Inilah salah satu yang menyebabkan masyarakat sering berobat ke pengobatan alternatif, dengan biaya yang tidak terlalu mahal, namun hati pasien bisa jauh lebih nyaman.

2. Obat yang ala kadarnya.
Tak asing lagi jika masyarat mengeluh masalah ini. Obat demam dikasi pil dan tablet yang sama dengan obat gatal. Sisanya jika ingin obat yang lebih bagus lagi, masyarakat harus membeli di apotek.

3. Dokter tidak ada.
Untuk puskesmas yang ada di ibukota provinsi justru dokternya banyak bahkan ada yang sampai spesialis. Namun di pedalaman, kabupaten, dan daerah daerah yang jauh dari kota, dokter sangat langka. Hanya ada pada jam - jam tertentu atau pada hari - hari tertentu. Itupun kadang tidak ada karena kesibukan prakteknya dirumah. Padahal sakit gak bisa dijadwalkan. Apalagi kalau jadwal dokternya tidak tentu.

Bukankah parameter bagi puskesmas agar bisa dikatakan ideal,  yaitu jika memiliki dua dokter umum, satu dokter gigi, dua perawat, dan tiga orang bidan.

Paradigma Baru Pelayanan Publik 

Saat ini, menurut Menpan RB Yuddy Chrisnandi bahwa Aparatur Negara dalam memberikan pelayanan publik tidak bisa lagi bersandar pada pola lama atau old public administration, tetapi harus berdasarkan paradigma baru, new public service. 

Melalui paradigma baru tersebut, aparatur bukan lagi priyayi yang menempatkan masyarakat sebagai clients, tetapi harus menjadi pelayan yang berada ditengah-tengah dan melayani warga masyarakat (citizents). 

Kedepan, birokrasi pemerintahan dalam melayani masyarakat tidak bisa lagi hanya berdasarkan pada peraturan (rule based bureaucracy), tetapi harus lebih kompetitif dan berorientasi pada kinerja (performance based bureaucracy), bahkan harus mampu menyesuaikan dengan dinamika perubahan zaman (dynamic governance). 

Oleh karena itu, di era revolusi mental di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo sasaran utama dari reformasi birokrasi berfokus pada tujuan terwujudnya birokrasi pemerintahan yang bersih dan akuntabel, efektif dan efisien, serta birokrasi yang memiliki pelayanan publik yang berkualitas.

Sehingga diharapkan dengan pelayanan publik yang berkualitas, birokrasi Indonesia nantinya bukan hanya dicintai oleh masyarakat, tetapi bisa menjadi birokrasi berkelas dunia.

Demikian uraian yang dapat menjadi evaluasi bagi kita semua. Sekali lagi, bahwa intinya  jangan sekali-kali menganggap masyarakat yang mau berobat karena gratis, diabaikan begitu saja seolah tidak ada kaitannya dengan dirinya yang bekerja di gaji oleh pemerintah. 

Akan tetapi, justru bergiatlah, karena meskipun bekerja di gaji oleh pemerintah, itu pada hakekatnya dari pajak masyarakat. Maka layanilah masyarakat denagn ramah, tulus dan ikhlas.

Semoga puskesmas yang ada saat ini mau untuk meningkatkan akselerasi dan mampu untuk memaksimalkan pelayananan yang ada. Sehingga ekspektasi yang begitu besar dari masyarakat untuk menggantungkan permasalahan kesehatannya akan bisa terwujud dan berjalan dengan lancar.[*berbagai sumber]




( Ust. Hadi Mulyanto, S.Pd.I., M.Pd.I. adalah Dosen Pendidikan Agama di Kampus Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal dan Pengamat Permasalahan Kesehatan Masyarakat )

KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Meski Gratis, Puskesmas Tetap Jaga Pelayanan Rating: 5 Reviewed By: Dhani Habib AlHuda