Latest News
Thursday, October 15, 2015

Manfaat Imunisasi Bagi Kesehatan Bayi dan Anak

Manfaat Imunisasi Bagi Kesehatan Bayi Dan Anak
Ilustrasi Imunasasi - Liputan6

SeputarPemalang.Com - Anak adalah  harta yang tak tenilai yang dimiliki oleh keluarga dan  suatu bangsa. Nilai anak sebagai aset keluarga adalah sebagai curahan harapan orang tuadimasa yang akan datang. Sedangkan sebagai aset bangsa adalah sebagai regenerasi suatu bangsa. 

Semakin anak sehat maka semakin berkualitas gaya hidup disebuah keluarga dan negara. Pentingnya kesehat ini harus dilakukan usaha preventif dan pengobatan penyakin sedini mungkin. Salah satu usaha preventif itu sendiri adalah dengan melakukan imunisasi.

Imunisasi itu sendiri adalah merupakan suatu cara serta upaya yang dilakukan dengan sengaja dengan memberikan kekebalan (imunisasi) pada bayi atau anak sehingga terhindar dari penyakit-penyakit tertentu sesuai dengan jenis macam imunisasi yang diberikannya tersebut. 

Dengan kata lain imunisasi  adalah usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu.

Begitu pentingnya imunisasi untuk bayi dan anak  maka para orang dihimbau tahu kesehatan mengenai manfaat dan tujuan imunisasi sendiri terhadap perkembangan dan pertumbuhan buah hati nya. Berikut ini adalah penjelasan imunisasi bagi kesehatan bayi dan anak :

Manfaat imunisasi:

  • Untuk menjaga daya tahan tubuh anak.
  • Untuk mencegah penyakit-penyakit menular yang berbahaya
  • Untuk menjaga anak tetap sehat
  • Untuk mencegah kecacatan dan kematian.
  • Untuk menjaga dan Membantu perkembangan anak secara optimal. Dan lain-lain


Pentingnya imunisasi : 

  1. Agar bayi siap dengan lingkungan baru (luar kandungan) karena tidak ada lagi kekebalan tubuh alami yang di dapatkan dari ibu seperti saat masih dalam kandungan.
  2. Apabila tidak dilakukan vaksinasi dan kemudian terkena kuman yang menular, kemungkinan tubuhnya belum kuat melawan penyakit tersebut.

Cara kerja  imunisasi :
Di dalam Vaksin imunisasi terdapat mikroorganisme penyebab penyakit yang telah dilemahkan. Cara kerja vaksin imunisasi yaitu dengan menipu tubuh untuk merangsang sistem pertahanan tubuh.

Pada saat vaksinasi dilakukan setelah kuman-kuman tersebut ada didalam tubuh maka sistem pertahan tubuh akan melakukan perlawanan terhadap ''invasi' antigen ini sehingga sistem pertahanan tubuh bisa mengidentifikasi antigen tersebut dan mempunyai kemampuan melawan dimasa yang akan datang (Imunitas)

Tidak semua imunisasi disediakan oleh pemerintah antara lain : Pneumokokus, Rotavirus, Influenza, MMR, Demam Tifoid, Cacar air, Hepatitis A, Kanker Leher Rahim (HPV) dan Meningitis untuk jemaah haji.


Inilah imunsasi yang disediakaan oleh pemerintah:

Imunisasi Hepatitis B: 
Untuk mencegah kerusakan hati akibat serangan virus Hepatitis B. Bila berlanjut sampai dewasa dapat menjadi kanker hati. Vaksin hepatitis B disuntikkan di paha bayi segera setelah lahir, sebelum berumur 12 jam, untuk mencegah penularan virus hepatitis B dari Ibu pada bayinya, karena banyak ibu hamil di Indonesia tidak tahu bahwa didalam darahnya terdapat virus hepatitis B. 

Oleh karena itu sebaiknya ibu hamil diperiksa terhadap kemungkinan terinfeksi hepatitis B (juga toksoplasma, rubela, sitomegali dan herpes). Sebelum imunisasi bayi baru lahir sebaiknya disuntikkan vitamin K1 pada paha yang lain. Setelah itu vaksin hepatitis B disuntikan pada usia 1 bulan dan pada usia 6 bulan, dapat digabung dengan imunisasi DPT dan Hib.

Imunisasi Polio: 
Untuk mencegah kelumpuhan akibat serangan virus polio liar yang menyerang sel-sel syaraf di sumsum tulang belakang. Bila menyerang otak dapat lumpuh seluruh tubuh dan kematian. Vaksin polio diteteskan ke dalam mulut bayi baru lahir ketika akan pulang ke rumah, dilanjutkan pada umur 2, 4, 6, 18-24 bulan dan 5 tahun. Vaksin polio suntikan khusus untuk bayi balita yang kekebalannya rendah karena penyakit atau karena sedang dalam pengobatan yang mengganggu kekebalan.

Imunisasi BCG: 
Untuk mencegah Tuberkulosis (Tbc) berat pada paru, otak, kelenjar getah bening dan tulang sehingga menimbulkan sakit berat, lama, kematian atau kecacatan. Vaksin BCG disuntikan dikulit lengan atas kanan pada umur 2-3 bulan.

Bekas suntikan setelah 1 bulan dapat timbul benjolan kemerahan, kemudian pecah, keluar seperti nanah, tanpa demam dan nyeri, adalah reaksi yang umum terjadi dan tidak berbahaya. Bersihkan dengan alkoholatau iodin. Koreng akan menyembuh dalam beberapa minggu. Bekasnya dapat terlihat seumur hidup.

Imunisasi DPT atau DPaT: 
Untuk mencegah 3 penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus. Kuman Difteri membentuk membran tebal yang menyumbat jalan nafas, serta mengeluarkan racun yang melumpuhkan otot jantung, sehingga banyak menimbulkan kematian. Kuman Pertusis mengakibatan batuk hebat dan lama, sesak napas, radang paru sehingga banyak menyebabkan kematian bayi.

Kuman Tetanus masuk melalui tali pusat, atau luka dalam yang sempit, kemudian kuman mengeluarkan racun yang menyerang syaraf otot, sehingga otot seluruh tubuh menjadi kaku, tidak bisa minum, makan atau bernafas, sehingga banyak menimbulkan kematian. 

Vaksin DPT disuntikkan dipaha mulai umur 2 bulan, dilanjutkan pada umur 3-4 bulan, 4-6 bulan, dan 18-24 bulan, dapat digabung dengan vaksin Hepatitis B dan Hib. Dilanjutkan lagi di lengan pada umur 5-6 tahun, 10-12 tahun dan 18 tahun, dengan vaksin yang isinya sedikit berbeda (DT, Td atau TT)

Imunisasi Hib dan Pneumokokus: 
Untuk mencegah serangan kuman Hib dan pneumokokus yang mengakibatkan radang paru (pneumonia), radang telinga tengah dan radang otak (meningitis) yang banyak menimbulkan kematian atau kecacatan. Vaksin Hib dan Pneumokokus disuntikan mulai umur 2, 4, 6, dan 15 bulan, dapat digabung dengan vaksin DPT atau DPaT.

Imunisasi Rotavirus:
Untuk mencegah diare berat akibat Rotavirus, yang mengakibatkan bayi muntahmencret hebat, kekurangan cairan, gangguan keseimbangan elektrolit dan asam basa, sehingga banyak menyebabkan kematian. Vaksin Rotavirus di teteskan perlahan ke mulut bayi mulai umur 2, 4 (dan 6 bulan), tergantung jenis vaksin.

Imunisasi Influenza: 
Untuk mencegah serangan virus influenza yang mengakibatkan batuk pilek hebat, demam tinggi, sesak nafas, radang paru, sehingga dapat menyebabkan kematian. Vaksin influenza disuntikkan mulai umur 6, 7 bulan, kemudian diulang setiap tahun pada balita, usia sekolah, remaja, dewasa bahkan usia lanjut.

Imunisasi Campak: 
Untuk mencegah serangan virus campak yang mengakibatkan demam tinggi, ruam di kulit, mata, mulut, radang paru (pneumonia), diare, dan radang otak, sehingga banyak mengakibatkan kematian. Vaksin campak disuntikkan mulai usia 9 bulan dan 6 tahun.

Imunisasi Cacar air (varisela):
Untuk mencegah penyakit cacar air yang merusak kulit, mata, menimbulkan diare, kadang-kadang radang paru, dan keguguran bila menyerang janin dalam rahim. Vaksin cacar air disuntikkan mulai umur satu tahun.

Imunisasi MMR: 
Untuk mencegah serangan virus MMR, yaitu Mumps (gondongan, mengakibatkan radang buah zakar, mandul), Morbili (campak) dan Rubela (campak Jerman) yang dapat menyerang janin sehingga mengakibatkan keguguran atau buta, tuli, keterbelakangan mental dan kebocoran sekat jantung bayi. 

Vaksin MMR disuntikan mulai umur 15 bulan dan di ulang pada umur 5-6 tahun. Berdasarkan 26 penelitian pakar di berbagai negara vaksin MMR tidak terbukti menyebabkan autisme.

Imunisasi Tifoid: 
Untuk mencegah penyakit demam tifoid berat yang mengakibatkan demam tinggi dan lama, diare atau obstipasi, radang sampai kebocoran usus, dapat mengakibatkan kematian. Vaksin demam tifoid disuntikan mulai umur 2 tahun, diulang setiap 3 tahun.

Imunisasi Hepatitis A: 
Untuk mencegah kerusakan hati karena serangan virus hepatitis A, yang dapat mengakibatkan kematian. Vaksin hepatitis A disuntikkan mulai umur 2 tahun kemudian di ulang pada umur 2,5 - 3 tahun.

Imunisasi HPV: 
Untuk mencegah kanker leher rahim karena virus human papiloma (HPV) yang menyerang tanpa gejala sejak usia remaja dan akan mengakibatkan kanker leher rahim pada dewasa. Vaksinasi HPV disuntikan 3x pada remaja perempuan mulai umur 10 tahun, dilanjutkan 1-2 bulan dan 6 bulan kemudian.

Begitu pentingnya imiunisasi yang dipaparkan di atas diharapkan mampu memberikan informasi dan mengubah  pola hidup sehat masyarakat kita. Hal ini akan terasa bagi orang tua yang memiliki bayi dan anak. Dengan sedini mungkin anak-anak kita di imunisasi angka harapan hidup suatu bangsa akan lebih meninggkat .[*dari berbagai sumber]



PENGIRIM
( Imam Rohudin, S.Pd. adalah Mahasiswa S2 UNNES Semarang, Mantan Ketum HMI Purwokerto, Alumnus Ponpes Lirboyo, Gontor, UMP dan Peserta pada Pelatihan Jurnalis Warga yang di selenggarakan oleh Bappeda Brebes dan UNICEF di Plaza Hotel  Tegal, 3-4 Oktober 2015 ).

Anda juga bisa berbagi tulisan dan laporan anda, kirimkan tulisan anda ke email:seputarpemalang@gmail.com

KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Manfaat Imunisasi Bagi Kesehatan Bayi dan Anak Rating: 5 Reviewed By: asri yatno