Latest News
Monday, October 19, 2015

Maklumat Dukun Bayi Cegah Angka Kematian Ibu dan Anak

Maklumat Dukun Bayi Cegah Angka Kematian Ibu dan Anak
Dukun Bayi - Liputan6
SeputarPemalang.ComDukun bayi  atau dukun beranak (Jawa) adalah profesi seseorang yang dalam aktivitasnya, menolong proses persalinan seseorang, merawat bayi mulai dari memandikan, menggendong, belajar berkomunikasi dan lain sebagainya.

Dukun bayi biasanya juga selain dilengkapi dengan keahlian atau skill, juga dibantu dengan berbagai mantra khusus yang dipelajarinya dari pendahulu mereka. Proses pendampingan tersebut berjalan sampai dengan bayi berumur 2 tahunan. Tetapi, pendampingan yang sifatnya rutin sekitar 7 - 10 hari pasca melahirkan. 

Sedangkan menurut laman indamelin blogspot : Dukun bayi adalah orang yang dianggap terampil dan dipercaya oleh masyarakat untuk menolong persalinan dan perawatan ibu dan anak sesuai kebutuhan masyarakat.

Dukun bayi sendiri adalah seorang anggota masyarakat, padaumumnyaseorangwanita yang mendapat kepercayaan serta memiliki ketrampilan menolong persalinan secara tradisional dan memperoleh ketrampilan tersebut dengan cara turun temurun belajar secara praktis atau cara lain yang menjurus kearah penigkatan ketrampilan tersebut serta melalui petugas kesehatan.

Karena ketrampilan dan kepercayaan dari masyarakat ini maklumat atau perkataan atau aturan-aturan yang sampekan dukun bayi lebih mengena dihati masyarakat teutama para ibu hamil. Perkataan dan nasehatnya lebih mengena dan dipercaya karena langsung menyentuh hati sang ibu. 

Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia sangatlah tinggi. Pada tahun ini mencapai 359 per 100 ribu kelahiran. Umumnya, kematian itu disebabkan oleh pendarahan, infeksi dan tekanan darah tinggi (eklampsi). Hal ini desebabkan banyak hal diantaranya adalah dari ibu hamilnya sendiri diantaranya ataupun tenaga persalinan itu sendiri. 

Faktor dari ibu hamilnya sendiri berupa: kualitas hidup yang rendah, rata-rata pendidikan rendah, derajat kesehatan dan gizi yang rendah, anemia, kurang zaat besi, pendek dan stunting.

Sedangkan dari faktor tenaga persalinan itu sendiri bisa berupa SDM Bidan dan Dukun Bayi yang masih rendah. Hal ini di sebabkan kurang pengetahuan dan  wawasan masaalah seputar persalinan itu sendiri, diperkuat lagi jam terbang dari bidan dan dukun bayi yang rendah. 

Melalui bidan dan dukun bayi yang berkualitas ini diharapkan mampu menekan cegah kematian ibu hamil, apalagi dari tangan dukun bayi itu sendiri. Hal ini di anggap dukun bayi memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengurus ibu dan sang bayi baik saat melahirkan atau sesudah melahirkan.

Dihitung secara statistik jumlah kelahiran bayi yang ditolong oleh dukun bayi pasti akan lebih banyak jika dibandingkan  dengan kelahiran bayi yang ditolong oleh tenaga medis seperti bidan, suster dan dokter.

Adapun kelebihan yang ditolong oleh dukun antara lain:
  1. Dianggap kesepuhan ( bahasa jawa ) yang mempunyai kelebihan
  2. Dukun merawat ibu dan bayinya sampai tali pusarnya putus.
  3. Kontak ibu dan bayi lebih awal dan lama.
  4. Pelayanan pasca persalinan , kunjungan ke rumah untuk memijat bayi dan ibu serta membawa jamu dalam kurun waktu tertentu
  5. Persalinan dilakukan di rumah sehingga lebih murah
  6. Biaya murah dan tidak ditentukan.
         
Pandangan masyarakat di atas tentu harus kita maklumi, karena hal tersebut diatas hampir tidak dimiliki oleh bidan. Mungkin juga dipengaruhi faktor memandang bidan kebanyakan masih muda (belum pernah melahirkan anak ), kurang mampunya bidan melakukan pendekatan masyarakat dalam menggulirkan program atau mungkin dalam kurikulum pendidikan bidan tidak pernah  diajarkan metoda pendekatan sosial kemasyarakatan. 

Masyarakat masih menganggap dukun sebagai tokoh masyarakat yang patut di hormati, memiliki peranan penting bagi ibu – ibu di desa. Karena petingnya peran dukun bayi ini pemerintah perlu melakukan kerjasama melalui dinas kesehatan terhadap pemberdayaan dukun bayi terhadap masalah persalinan.

Masalah persalinan sekarang begitu kompleks dibanding jaman dahulu, sehingga dukun bayi mampu berinofasi bersinergi dengan tenaga medis seperti bidan.

Beberap aupaya yang dapat di lakukan bidan di antaranya adalah :
  • Melakukan pendekatan dengan para tokoh masyarakat setempat.
  • Melakukan pendekatan dengan para dukun.
  • Memberikan pengetahuan kepada para dukun tentang pentingnya persalinan yang bersih dan aman.
  • Memberi pengetahuan kepada para dukun tentang komplikasi – komplikasi kehamilan dan bahaya proses persalinan.
  • Membina kemitraan dengan dukun dengan memegang asas saling menguntungkan.
  • Menganjurkan dan mengajak dukun merujukkasus – kasus risiko tinggi kehamilan kepada tenaga kesehatan.

Pelaksana supervisi/bimbingan/pembinaan dukun bayi oleh
  1. Dokter, bidan, perawat kesehatan, 
  2. Petugas imunisasi dan petugas gizi

Adapun tempat pelasanaan pembinaan dukunbayi. Bisa dilakukan di :
  1. Posyandu pada haribuka olehpetugas / pembinaposyandu.
  2. Perkumpulan dukun bayi dilaksankan di puskesmas.
Waktu pelaksanaan pembinaan dukun bayi.
  1. Saat kunjungan supervisi petugas puskesmas di posyandu di desa tempat tinggal dukun.
  2. Pertemuan rutin yang telah disepakat.
  3. Waktu-waktu lain saat petugas bertemu dengan dukun bayi.
  4. Saat mendampingi dukun bayi waktu menolong persalinan. 
  5. Promosi Bidan Siaga
Salah satu cara untuk melakukan promosi bidan siaga, yaitu dengan melakukan pendekatan dengan dukun bayi yang ada di desa untuk bekerjasama dalam pertolongan persalinan. Bidan dapat memberikan imbalan jasa yang sesuai apabila dukun menyerahkan ibu hamil untuk bersalin ketempat bu bidan. Dukun bayi dapat di libatkan dalam perawatan bayi baru lahir.

Adapun materi yang disampaikan kepada dukun bayi bisa berupa:
  1. Pengenalan Tanda Bahaya Kehamilan,Persalinan, Nifas dan Rujukan
  2. Pengenalan golongan ibu hamil berisiko tinggi
  3. Pengenalan tanda – tanda bahaya pada kehamilan.
Tanda bahaya pada kehamilan : Perdarahan pada kehamilan sebelum waktunya, Ibu demam tinggi, Bengkak pada kaki, tangan, dan wajah, Sakit kepala atau kejang, Keluar air ketuban sebelum waktunya, Frekuensi gerakan bayi berkurang atau bayi tidak bergerak dan ibu muntah terus dan tidak mau makan
  1. Pengenalan tanda – tanda bahaya pada persalinan
  2. Pengenalan tanda – tanda kelainan pada nifas
  3. Penyuluhan Gizi dan KB
  4. Pengenalan Dini Tetanus Neonatorum, BBLR, dan Rujukan

Tetanus Neonatorum
Tetanus Neonatorum adalah salah satupenyakit yang paling berisiko terhadap kematian bayi baru lahir yang di sebabkan oleh Clostridium tetani. Tetanus neonatorummenyerang bayi usia di bawah satu bulan, penyakit ini sangat menular dan menyebabkan risiko kematian.

Kebanyakan terjadi karena penggunaan alat pemotong tali pusat yang tidaksteril.
Dengan di berikan pembekalan materi tetanus neonatorum di harapkan dukun dapat memperhatikan kebersihan alat persalinan, memotivasi ibu untuk melakukan imunisasi, dan melakukan persalinan pada tenaga kesehatan, sehingga dapat menekan angka kejadian tetanus neonatorum.

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
BBLR adalah bayi lahir dengan beratbadan kurangdari 2,5 Kg, di sertai dengan tanda – tanda kulit keriput, pergerakan lemah, dansianosis.  Dukun di harapkan dapat segera melakukan rujukan ke Puskesmas atau tenaga kesehatan apabila menemukan tanda – tanda bayi dengan berat badan lahir rendah, karena bayi dengan berat badan lahir rendah memerlukan perawatan khusus.

Pencatatan Kelahiran dan Kematian Ibu dan Bayi
Materi lain yang penting dalam pembinaan dukun adalah pencatatan kelahiran dan kematian. Pemberian materi pencatatan kelahiran dan kematian di tujukan untuk mempermudah dalam pendataan jumlah kelahiran dan kematian di suatu wilayah atau desa, serta bermanfaat dalam pelaksanaan proses audit apabila ada kematian baik ibu mau punbayi.

Dari paparan di atas begitu pentingnya peran dukun bayi di Indonesia.  Pembinaan dan pemberdayaan dukun bayi mampu meningkatkan kulitas pelayanan di masyarakat. Pembinaan sendiri  mempu  meningkatkan  pemahaman sang dukun terhadap persalinan, sedangkan pemberdayaan mampu meningkatkan kualitas pelayanan persalinan yang di masyarakat. 

Harapanya dengan adanya pembinaan dan pemberdayaan angka kematian anak dan ibu hamil setiap tahunnya dapat menurun.[*berbagai sumber]




( Imam Rohudin, S.Pd. adalah Mahasiswa S2 UNNES Semarang, Mantan Ketum HMI Purwokerto, Alumnus Ponpes Lirboyo, Gontor, UMP dan Peserta pada Pelatihan Jurnalis Warga yang di selenggarakan oleh Bappeda Brebes dan UNICEF di Plaza Hotel  Tegal, 3-4 Oktober 2015 ).

KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Maklumat Dukun Bayi Cegah Angka Kematian Ibu dan Anak Rating: 5 Reviewed By: Dhani Habib AlHuda