Latest News
Monday, October 26, 2015

Jelang HKN Ke-51, Desa Harus Perhatikan Posyandu

Jelang HKN Ke-51, Desa Harus Perhatikan Posyandu

SeputarPemalang.Com - Kesehatan adalah hata yang tak ternilai. Kalimat bijak yang sering terdengar disekeliling kita, Karena tidak ada satu orang pun yang menginginkan tidak sehat alias sakit. Sehat juga menjadi ukuran kualitas hidup dari suatu bangsa dan masyarakat.

Pentingnya kesehatan ini sehat ini maka pada setiap tanggal 12 November  diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional atau yang lebih akrab kita dengar peringatan HKN.

Kesehatan nasinal sendiri adalah ketahanan penduduk di suatu negara terhadap ancaman –ancaman yang membuat warga masyarakat dalam suatu negara tidak sehat. Hal ini bisa disebabkan berbagai hal diantaranya faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal buisa  penyakit yang  merajalela dan  kualitas hidup yang buruk seperti pola makan, tempat tinggal dan gaya hidup.

Sedangkan faktor internal  bisa disebabkan tekanan Psikologis yang melanda seseorang ataupun masyarakat seperti kebutuhan hidup yang tinggi, persaingan yang tidak sehat ataupun ancaman yang menyebabkan orang tidakaman dan tidak nyaman.

Oleh sebab itu kesehatan menjadi tanggung jawab bersama tidak hanya pemerintah saja. Semua orang harus berpaertisipasi aktif dan semua elemen masyarakat dilibatkan baik dari dinas kesehatan ataupun dari masyarakat itu seperti adanya puskesmas dan posyandu. 


Jelang HKN Ke-51, Desa Harus Perhatikan Posyandu

Pos Pelayanan Keluarga Berencana - Kesehatan Terpadu (Posyandu) adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Jadi, Posyandu merupakan kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan dengan penanggung jawab kepala desa. 

Menurut wikipedia dalam  Muninjaya (2002:169) mengatakan : ”Pelayanan kesehatan terpadu (yandu) adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di suatu wilayah kerja Puskesmas. Tempat pelaksanaan pelayanan program terpadu di balai dusun, balai kelurahan, RW, dan sebagainya disebut dengan Pos pelayanan terpadu (Posyandu)”. 

Konsep Posyandu berkaitan erat dengan keterpaduan. Keterpaduan yang dimaksud meliputi keterpaduan dalam aspek sasaran, aspek lokasi kegiatan, aspek petugas penyelenggara, aspek dana dan lain sebagainya.

Sejarah Posyandu dimulai terutama untuk melayani balita (imunisasi, timbang berat badan) dan orang lanjut usia (Posyandu Lansia), dan lahir melalui suatu Surat Keputusan Bersama antara Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan dicanangkan pada sekitar tahun 1986 atas prakarsa Presiden Soeharto pada tahun 1984.

Sangat penting dibentuk dan diadakanya posyandu dalam suatu masyarakat, sehingga masyarakat harus  tau tujuan ,  kegiatan  dan system kerja dalam posyandu seperti apa, diantaranya adalah :

Tujuan Posyandu
Tujuan pokok dari Posyandu menurut indonesian-publichealth.com dalam Effendy (1998), antara lain untuk :
  • Mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak,
  • Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak,
  • Mempercepat penerimaan norma keluarga kecil bahagia sejahtera,
  • Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan kegiatan–kegiatan lain yang menunjang peningkatan kemampuan hidup sehat, pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam usaha meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada penduduk berdasarkan geografi,
  • Meningkatkan dan pembinaaan peran serta masyarakat dalam rangka alih tehnologi untuk swakelola usaha–usaha kesehatan masyarakat.
Kegiatan Posyandu 
Terdapat berbagai jenis kegiatan yang dilakukan pada Posyandu antara lain meliputi 5 kegiatan posyandu dan 7  kegiatan posyandu (sapta krida posyandu):


Lima kegiatan posyandu antara lain :
  1. Kesehatan ibu anak,
  2. Keluarga berencana,
  3. Imunisasi,
  4. Peningkatan gizi,
  5. Penanggulangan diare;
Tujuh kegiatan Posyandu (sapta krida posyandu) meliputi:
  1. Kesehatan ibu anak,
  2. Keluarga berencana,
  3. Imunisasi,
  4. Peningkatan gizi,
  5. Penanggulangan diare,
  6. Sanitasi dasar,
  7. Penyediaan obat esensial; 
Beberapa kegiatan pada pemeliharaan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui dan pasangan usia subur antara lain :
  • Pemeriksaan kesehatan umum
  • Pemeriksaan kehamilan dan nifas
  • Pelayanan peningkatan gizi melalui pemberian vitamin dan pil penambah darah
  • Imunisasi tetanus toxoid untuk ibu hamil
  • Penyuluhan kesehatan dan keluarga berencana
  • Pemberian oralit pada ibu yang terkena diare
  • Pengobatan penyakit sebagai pertolongan pertama
  • Pertolongan pertama pada kecelakaan

Sistem Kerja Posyandu

Input 
Adalah ketersedianya sumber daya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan posyandu, yang meliputi antara lain:
  • Sarana fisik atau kelengkapan seperti bangunan, meja kursi, perlengkapan penimbangan, perlengkapan pecatatan dan pelaporan, perlengkapan penyuluhan dan perlengkapan pelayanan,
  • Sumber daya manusia yang ada seperti kader, petugas kesehatan dan aparat desa atau kecamatan yang ikut berperan dalam kelangsungan program,
  • Ketersedianya dana, sebagai penunjang kegiatan yang berasal dari pemerintah maupun swadaya masyarakat,
  • Penyelenggaraan kegiatan posyandu dan bagaimana cara persiapan serta mekanisme pelayanannya.

Proses
Dalam sistem pelayanan Posyandu antara lain meliputi:
  • Pengorganisasian posyandu mencakup adanya struktur organisasi, yaitu adanya perencanaan kegiatan mulai persiapan, monitoring oleh petugas sampai evaluasi proses dan hasil kegiatan. Adanya kejelasan tugas dan alur kerja yang jelas serta dipahami oleh kader posyandu,
  • Pelaksanaan kegiatan posyandu yang mencakup pendaftaran, penimbangan, pencatatan penyuluhan, pelayanan kesehatan dan keluarga berencana. Program pokok yang minimal harus dilaksanakan meliputi lima pelayanan yaitu kesehatan ibu dan anak, gizi, keluarga berencana, penanggulangan diare dan imunisasi
  • Pembinaan dan pemantauan petugas yang mencakup adanya rencana kegiatan pembinaan dan pemantauan yang jelas dan tertulis, ada jadwal yang terencana dengan baik, siapa yang menjadi sasaran, cara pembinaan, pemantauan dan pemecahan masalah,
  • Pelaksanaan kunjungan rumah oleh kader untuk membina kesehatan dan gizi masyarakat terutama pada keluarga sasaran. Proses pelaksanaan kunjungan harus direncanakan siapa sasaran, kapan dilaksanakan, siapa yang melaksanakan dan hasil dicatat dalam kegiatan kader,
  • Pelaksanaan evaluasi program dilaksanakan setiap bulan. Di tingkat posyandu dilaksanakan setelah selesai kegiatan pelayanan yang melibatkan kader, aparat desa, pembinaan kesejahteraan keluarga dan petugas pembina. Sedangkan di tingkat kecamatan dilaksanakan melalui pertemuan lintas sektor di kecamatan lain yang berkaitan dengan kesehatan dan perbaikan gizi serta keluarga berencana,
  • Umpan balik tentang hasil kegiatan posyandu, hasil pembinaan dan evaluasi disampaikan melalui pertemuan rutin yang telah direncanakan. Umpan balik berasal dari aparat desa, tokoh masyarakat dan kelompok kerja personal baik tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten,
  • Imbalan (reward) bagi kader, sangat bermanfaat untuk menjaga kelestarian kader dalam melaksanakan tugasnya, dan harus dipikirkan, karena dengan imbalan tersebut diharapkan dapat memelihara dan meningkatkan motivasi kerja kader.

Output 
Adalah keluaran kegiatan posyandu berupa cakupan hasil kegiatan penimbangan, pelayanan pemberian makanan tambahan, distribusi paket perbaikan gizi, pelayanan imunisasi, pelayanan keluarga berencana dan penyuluhan. 

Sedangkan output kegiatan yang diharapkan berupa peningkatan status gizi, dan ibu hamil, penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, berat badan lahir rendah dan angka kesakitan.

Berdasarkan uraian di atas kegiatan  ponsyandu sangatlah penting .Lewat ponsyandu banyak kegiatan yang  meningkatkan kesehatan suatu masyarakat. Melalui posyandu juga diharapkan  akan mampu  menjadi gardu terdepan dalam  masalah kesehatan. suatu bangsa dan negara.[*berbagai sumber]


( Imam Rohudin, S.Pd. adalah Mahasiswa S2 UNNES Semarang, Mantan Ketum HMI Purwokerto, Alumnus Ponpes Lirboyo, Gontor, UMP dan Peserta pada Pelatihan Jurnalis Warga yang di selenggarakan oleh Bappeda Brebes dan UNICEF di Plaza Hotel  Tegal, 3-4 Oktober 2015 ).

KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Jelang HKN Ke-51, Desa Harus Perhatikan Posyandu Rating: 5 Reviewed By: Dhani Habib AlHuda