Latest News
Monday, October 19, 2015

Demam Berdarah Dan Perilaku Hidup Sehat


SeputarPemalang.Com - Kita orang Brebes sebentar lagi akan menginjak musim penghujan. Dimana musim penghujan tersebut sangat rawan akan segala macam penyakit khususnya penyakit DBD. Penyakit DBD ini patut kita waspadai. Karena sangat membahayakan bagi penderita, yang mana hal ini dapat menyebabkan sipenderita meninggal dunia. 


Dalam beberapa kasus DB ( Demam Berdarah )  di Brebes di simpulakan bahwa masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap  perilaku hidup sehat menyumbang tingginya angka  penderita DB. Hal ini sangat memperihatinkan sekali bagi semua kalangan. Khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes yang merupakan cakupan tugasnya dalam memerangi , memberantas dan menyadarkan masyarakat terhadap perilaku hidup sehat.


Arti DBD
Demam Berdarah Dengue atau disingkat DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue yang mengakibatkan demam dan bisa menimbulkan perdarahan. Dengan kata lain bahwa DBD itu disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegipty atau Aedes albopictus berkelamin betina.


Ciri-ciri nyamuk Aedes penyebab DBD  :

  • Mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan kakinya,
  • Berkembang biak di air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100 – 200 meter,
  • Sifat khas nyamuk aedes ini menggigit pada waktu siang hari yaitu pagi dan sore, ketika istirahat biasanya ia hinggap di gantungan baju,
  • Ketika mengigit badan tidak nungging, kalau nungging nyamuk anopheles (penyebab malaria).
  • Berkembang biak pada air yang bersih (tidak bertanah) seperti pada bak mandi, tempayan, tempat minum burung dan barang-barang bekas yang tergenang air.

Gejala Demam Berdarah Dengue

  1. Mendadak panas tinggi selama 2 - 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38ºC sampai 40ºC atau lebih.
  2. Tampak binti-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang.
  3. Kadang-kadang perdarahan di hidung ( mimisan).
  4. Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah.
  5. Tes Torniquet positif.
  6. Adanya perdarahan yang petekia, akimosis atau purpura.
  7. Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lumbung.
  8. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin Berkeringat Perdarahan selaput lendir mukosa, alat cerna gastrointestinal, tempat suntikan atau ditempat lainnya.
  9. Hematemesis atau melena.
  10. Trombositopenia ( =100.000 per mm3).
  11. Pembesaran plasma yang erat hubungannya dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh darah, yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih dari : Kenaikan nilai 20% hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin. Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah pengobatan.Tanda-tanda pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo -proteinaemia



Pertolongan Pertama Penderita Demam Berdarah

Dr Rita menjelaskan dalam menangani kasus demam berdarah hanya perlu bermain dengan cairan, saat terjadi kebocoran harus banyak minum, tapi saat kebocorannya sudah selesai maka dalam waktu 2×24 jam asupan cairan harus dikurangi.


Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama terhadap penderita demam berdarah yaitu:

  1. Memberikan minum sebanyak mungkin.
  2. Kompres agar panasnya turun.
  3. Memberikan obat penurun panas.
  4. Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas.
  5. Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondiai bertambah parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.



Korban DBD di Brebes

  1. Januari-Juli 2002 dari 91 penderita DB, empat di antaranya meninggal.
  2. Di tahun 2006 lalu, total penderita DB tercatat 357 kasus dengan korban meninggal 14 orang.
  3. Di tahun 2007, jumlah penderita DBD mencapai 449 dengan angka kematian 24 orang. 
  4. Sementara, hingga Oktober 2008 jumlah kasusnya hanya 251 dengan pasien meninggal 12 orang.
  5. Pada tahun 2012,Terdapat 205 Kasus DBD dengan angka kematian 7 orang. 
  6. Adapun pada tahun 2013, terdapat 662 kasus dengan angka kematian 13 orang,
  7. Sedangkan tahun 2014 menjadi 431 kasus dengan korban meninggal 23 orang.
  8. Pada pertengahan Februari  di tahun 2015 ini,  jumlah penderita Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Brebes terdapat 83 kasus dengan korban meninggal 8 oran. Sedang pasien DBD rata-rata adalah anak di bawah umur.


Jumlah Desa Endemis Di Brebes
Di Brebes jumlah desa yang menjadi daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dari tahun 2005 hingga 2007 semakin menaik. Daerah endemis penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu semula hanya 47 desa, tetapi malah bertambah menjadi 52 desa.


Pada tahun 2005, tercatat hanya 41 desa tersebar di 9 kecamatan. Tahun 2006, sebanyak 47 desa di 10 kecamatan, dan tahun 2007 naik menjadi 52 desa di 10 kecamatan. 


Kemudian  di tahun 2007, wilayah yang memiliki desa endemis tertinggi adalah Kecamatan Brebes. Dari 23 desa yang ada, 20 desa di antaranya menjadi daerah endemis. 



Usaha Pemberantasan DBD
Dalam usaha pemberantasan DBD di Kabupaten Brebes perlu adanya upaya yang ekstra dari Pemerintah Daerah dalam hal ini oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Di samping upaya penyuluhan dan  pembagian abate gratis serta fogingisasi. 

Perlu juga adanya pertugas pemantau jentik (PPJ) di setiap daerah endemis. Serta petugas yang menghimbau secara massif kepada masyarakat agar masyarakat selalu waspada dan mau meningkatkan diri terhadap kebersihan lingkungan melalui 3M (menguras, mengubur dan menutup).


Perlu kita ketahui bersama, bahwa disamping permasalahan ini karena perilaku masyarakat untuk hidup sehat yang masih kurang. Penanggulangan DB lebih dititikberatkan pada pemberantasan nyamuk penularnya, di samping kewaspadaan diri guna membatasi angka kematian. Pemberantasan nyamuk dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida. Namun, selama jentik nyamuk masih hidup, akan timbul nyamuk yang baru.


Bahwa pemberantasan DB ibarat seperti penyakit menular yang lain, harus dilakukan dengan memutuskan mata rantai penularan. Komponen penularan terdiri atas virus, nyamuk aedes aegypti sebagai vektor dan manusia.


Dari uraian diatas dapat di simpulkan bahwa segala upaya yang telah diperbuat secara maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Brebes dalam hal ini oleh Dinas Kesehatan Brebes akan menjadi sia-sia manakala semua komponen dan unsur masyarakat Brebes tidak mau merubah perilaku hidup sehat. 


Dengan bahasa yang lain bahwa sebesar apapun dana yang di gelontorkan oleh pemerintah dalam memerangi dan memberantas DBD, namun masyarakatnya tidak mau merubah diri untuk berperilaku hidup sehat maka akan bulshit belaka.

Maka perilaku hidup sehat adalah kunci utama dalam mewujudkan diri kita, keluarga kita dan lingkungan kita untuk terhindar dari penyakit demam berdarah, sehingga semuanya akan menjadi sehat.[Sumber :Brebesnews,Panturanews,Celotehlarangan]




( Ust. Hadi Mulyanto, S.Pd.I., M.Pd.I. adalah Dosen Pendidikan Agama di Kampus Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal, Pengamat Permasalahan Kesehatan Masyarakat dan Peserta pada Pelatihan Jurnalis Warga yang di selenggarakan oleh Bappeda Brebes dan UNICEF di Plaza Hotel  Tegal, 3-4 Oktober 2015 ).

KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Demam Berdarah Dan Perilaku Hidup Sehat Rating: 5 Reviewed By: Dhani Habib AlHuda