Latest News
Sunday, October 25, 2015

Angka Ibu Hamil Anemia Masih Tinggi Di Brebes

Ilustrasi - Google Images
SeputarPemalang.Com - Kompleksitas permasalahan kehidupan manusia mulai dari persoalan ekonomi, sosial, pendidikan sampai permasalahan kesehatan, tidaklah boleh kita menyerah  dan pasrah begitu saja. Kita di suruh oleh panutan kita baginda Rasullullah SAW untuk berikhtiar, berusaha semaksimal mungkin.

Adapun hasil kita tawakkalkan (pasrahkan) kepada Allah SWT. Begitu essensi pesan agama kita. Dalam hal ini, permasalahan kesehatan di Kabupaten Brebes, khususnya pada Ibu Hamil yang terkena anemia. 

Menurut sumber data dari Baseline Survey 2012 oleh TNP2K sebagaimana yang dikutip oleh Avita Usfar dari Perwakilan Unicef Indonesia dalam paparannya pada acara Pelatihan Jurnalis Warga di Plaza Hotel Tegal mengatakan bahwa  50%  ibu hamil di Brebes mengalami anemia. Hal itu berdasarkan data berikut ini :

Dari data di atas artinya Pemerintah Kabupaten Brebes harus serius terhadap permasalahan ini. Karena jika dibiarkan dan tidak dintervensi maka akan memperburuk nasib ibu hamil di Kabupaten Brebes. 

Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Brebes menduduki rangking tertinggi di Jawa Tengah. dimana tercatat selama tahun 2014 sudah ada 73 Ibu Hamil meninggal dengan berbagai sebab kematiannya. Sebagian besar penyebab kematian ibu secara langsung menurut survai kesehatan rumah tangga 2001 sebesar 90% adalah komplikasi yang terjadi pada saat persalinan dan segera setelah bersalin.

Penyebab tersebut dikenal dengan Trias Klasik yaitu: Perdarahan(28%), Eklamsi(24%) dan Infeksi(11%).Sedangkan di Kabupaten Brebes Tiga penyebab tertinggi kematian ibu adalah : PEB/Eklamsia (29,3%), Perdarahan (25,86%) dan Decomp cordis (18,9)%. 

Situasi yang lain, untuk Ibu hamil menderita kurang energi kronis (KEK) 37%, Anemia ( Hb kurang dari 11gr%) sebesar 40%. Kejadian anemia pada ibu hamil ini akan meningkatkan resiko terjadinya kematian ibu dibandingkan dengan ibu yang tidak anemia. 

Sampai saat ini kasus kematian Ibu dan Anak di Brebes sudah mencapai 38 untuk AKI dan sektar  200 an untuk AKB. Dengan begitu, upaya yang harus dilakukan pegawai kesehatan khususnya bidan harus sesuai dengan kopetensinya. Data 2014 dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukan bahwa kematian ibu masih tinggi di Jawa Tengah. Yaitu 711 kasus per 100 ribu kelahiran. Antara lain di Brebes 73 kasus, Kabupaten Tegal 47 kasus, Pemalang 40 kasus dan Pekalongan 39 kasus.

Apa Sih Anemia ?
Sedangkan menurut Kasi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Nurul Aeny dalam pemaparannya pada acara Pelatihan Jurnalis Warga di Plaza Hotel Tegal mengatakan bahwa anemia adalah merupakan suatu keadaan dimana tubuh kekurangan sel darah merah sehat dan biasanya ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) kurang dari normal (<11 g%).

Ibu Hamil Anemia adalah seorang prempuan yang sedang mengandung dimana tubuhnya mengalamai kekurangan sel darah merah dengan kadar hemoglobin kurang dari 11 %. 

Ciri serta Penyebab dan Akibat Anemia

Ciri-ciri Ibu Hamil Anemia
1.Wajah, terutama kelopak mata dan bibir tampak pucat 
2.Kurang nafsu makan 
3.Lesu dan lemah 
4.Cepat lelah 
5.Sering pusing  
6.Mata berkunang-kunang. 

Penyebab Ibu Hamil Anemia :
1.Pola makanan yang kurang beragam dan bergizi seimbang 
2.Kehamilan yang berulang dalam waktu singkat, 
3.Daerah endemik malaria 
4.Ibu hamil mengalami kurang energi kronis (KEK). 
5.Kehilangan zat besi yang berlebihan akibat kecacingan 

Akibat Ibu Hamil Anemia :
1.Keguguran 
2.Bayi lahir prematur (belum cukup bulan)
3.Bayi lahir dengan berat badan rendah dan pendek 
4.Dalam kondisi anemia berat, bayi bisa lahir mati

Ilustrasi - Google Images

Solusi Terkena Anemia 

Solusi Ibu Hamil Anemia
Usaha yang perlu di lakukan oleh Ibu Hamil Anemia yaitu :
1.Minum tablet tambah darah (TTD)  
2.Konsumsi makanan kaya protein, zat besi, folat, kalsium, vitamin A dan vitamin B (hati, telur, ikan, daging, kacang-kacangan dan olahannya, sayuran hijau, buah berwarna merah atau kuning) 
3.Makan beraneka ragam makanan dalam jumlah satu porsi lebih banyak saat hamil 
4.Dianjurkan mengonsumsi makanan yang difortifikasi  terutama  dengan zat besi. 
5.Dianjurkan memeriksakan feses bila ditemukan gejala anemia untuk mengetahui adanya kemungkinan kecacingan 

Perlu Minum TTD 

Bagi Ibu Hamil yang terkena anemia perlu pemberian tablet tambah darah (ttd) untuk di konsumsi. Mengapa TTD Penting untuk Ibu Hamil ? Karena mengonsumsi TTD selama kehamilan dan dilanjutkan sampai dengan masa nifas dapat mencegah anemia gizi besi pada ibu dan meningkatkan cadangan besi bagi bayi sehingga mencegah  bayi anemia.

Ibu hamil dengan anemia berat beresiko :
1.Mengalami keguguran, perdarahan pada saat persalinan bahkan kematian 
2.Melahirkan bayi dengan berat badan rendah maupun lahir prematur 

Dosis dan jumlah TTD yang didapatkan ibu hamil :
1.TTD mulai diberikan pada waktu pertama kali ibu hamil memeriksakan kehamilan di fasilitas kesehatan (K1). 
2. TTD diberikan sebanyak minimal 90 tablet selama kehamilan 

Cara penggunaan TTD :
1.TTD diminum setiap hari  1 tablet berturut-turut minimal 90 tablet selama kehamilan 
2.Sebaiknya meminum TTD disertai buah atau jus buah yang mengandung vitamin C agar penyerapannya lebih baik. 
3.Tidak dianjurkan meminum TTD bersama-sama dengan susu, teh, kopi, tablet kalk atau obat sakit maag 

Reaksi pasca minum TTD :
1.Setelah meminum TTD, feces/tinja akan menjadi hitam, hal ini sama sekali tidak membahayakan. 
2.Pada beberapa orang, kadang menimbulkan gejala mual, nyeri di daerah lambung, muntah dan kadang diare atau sulit Buang Air Besar (BAB). Untuk mencegah timbulnya gejala tersebut dianjurkan TTD diminum dengan air putih setelah makan pada malam hari atau sebelum tidur. 

Kajian Akademis
Menurut penelitian yang dilakukan retno dwi anggraeni (2007) dalam rangka pemenuhan tugas akhir skripsinya yang berjudul “faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di puskesmas kecamatan Brebes”, menyebutkan bahwa salah satu masalah gizi yang masih tinggi prevalensinya adalah anemia besi. 

Anemia besi sering terjadi pada ibu hamil. Dari hasil penelitian UNDIP tahun 1999 di Kabupaten Brebes sebesar 85,5% ibu hamil mengalami anemia. Sedangkan data nasional dari SKRT tahun 1995 prevalensi anemia pada ibu hamil 50,9%. 

Dari data tersebut diatas terlihat bahwa ibu hamil rawan terjadi anemia. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan terjadinya anemia. Faktor tersebut antara lain tingkat kecukupan protein, tingkat kecukupan Vitamin C dan tingkat kecukupan besi. 

Selain itu ada faktor inhibitor atau penghambat yang berhubungan dengan kejadian anemia. Faktor inhibtior ini adalah kebiasaan minum teh sehabis makan dan tabu terhadap makanan tertentu selama hamil.

Oleh karena itu penyuluhan kesehatan terutama tentang konsumsi makanan yang cukup mengandung protein, Vitamin C dan besi termasuk untuk menghindar faktor inhibitor dan tabu pada makanan tertentu sangat penting.

Dengan demikian dari semua paparan diatas intinya adalah semua unsur masyarakat di Kabupaten Brebes harus peduli terhadap ibu hamil, agar tidak ada lagi yang terkena anemia sehingga akan selamat dalam persalinan dan bayinya. 

Mari selamatkan Ibu Hamil dari Anemia di Tanah Brebes !.



( Ust. Hadi Mulyanto, S.Pd.I., M.Pd.I. adalah Dosen Pendidikan Agama di Kampus Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal, Pengamat Permasalahan Kesehatan Masyarakat dan Peserta pada Pelatihan Jurnalis Warga yang di selenggarakan oleh Bappeda Brebes dan UNICEF di Plaza Hotel  Tegal, 3-4 Oktober 2015 ).

KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Angka Ibu Hamil Anemia Masih Tinggi Di Brebes Rating: 5 Reviewed By: asri yatno