Latest News
Tuesday, August 11, 2015

Sekolah Bersih, Siswa Sehat


SeputarPemalang.Com - Sekolah itulah kata yang identik dengan belajar. Istilah orang jawa bilang sekolah itu adalah panggonan go luruh ilmu. Dengan bahasa lain sekolah merupakan salah satu tempat untuk mencari ilmu oleh para siswa dan siswi  dalam rangka menumbuhkan potensi dirinya agar nantinya bisa memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan di masa yang akan datang.

Sehingga pantas kalau zaman orang tua kita dulu, anak-anak kalau pagi di dorong-dorong untuk berangkat sekolah. Biasanya kalau anaknya “cengeng“ (menangis) di antar sampai ke sekolah. Adapula orang tua yang kalau anaknya bandel / nakal ga mau berangkat, tidak jarang anaknya di siram banyu (diguyur air).

Begitu seru dan kasih sayangnya orang tua kita dulu. Di pikiran mereka (orang tua) yang penting anaknya berangkat sekolah. Itulah didikan orang tua kita dulu yang kini masih membekas. Itulah fenomena orang tua dulu begitu banyak di antara orang tua kita sampai ada yang jual emas, sawah dan ternak demi anaknya bisa sekolah.

Oleh karena itu, kini begitu besarnya anggaran pemerintah yang di gelontorkan untuk pendidikan tetapi kalau seandainya sekarang masih saja ada anak-anak kita,tetangga kita, saudara kita yang masih tidak mau sekolah yo kebangeten. Sebab kini pemerintah sudah menyiapkan adanya dana BOS, BSM, KIP dan lain sebagainya.Maka dari itu mari yang belum sekolah ayo sekolah.

Banyak ragam sekolah yang sudah sering kita ketahui , dimana masyarakat lebih familier mendengar kata sekolah yang lebih formal sebagai contoh SD, SMP, SMA, SMK, MI MTs ,MA. Dari ragam sekolah formal tersebut siswa dan siswi ( peserta didik ) menimba ilmu yang telah di tentukan kurikulumnya oleh pemerintah.

Lagi pula, kini siswa dan siswi  bisa memilih jurusan di sekolah yang mereka kehendaki dalam artian sekarang sudah sangat mudah mencari sekolah sesuai bakat dan minat mereka. Dan bagi yang ada di kampung atau di daerah pegunungan sudah banyak sekolah-sekolah yang kini di bangun di daerah masing-masing.

Perlu kita ketahui bersama  bahwa meningkatkan mutu sekolah itu sangat penting dalam artian meningkatkan SDM peserta didik, namun jangan pula mengabaikan dengan kondisi kebersihan sekolah. Kenapa demikian ? Karena nyaman , tenang dan senangnya peserta didik pada tempat belajar tidak terlepas pula dengan kondisi kebersihan sekolah. 

Ada beberapa yang perlu di perhatikan oleh pengelola sekolah dalam menciptakan situasi yan bersih yaitu  :
1.Membuang sampah pada tempatnya
2.Menyapu kelas
3.Menghapus papan tulis
4.Membersihkan jendela dan ventilasi
5.Menegur guru yang merokok di kelas
6.Membersihkan MCK

Dengan demikian bahwa kebersihan sekolah merupakan salah satu hal terpenting untuk menciptakan kesehatan siswa dan siswinya. Kebersihan juga berperan penting untuk menciptakan sekolah yang nyaman dan tentram. 


Tentu saja bila sekolah yang kumuh akan menjadikan siswa dan siswi menjadi enggan berlama lama untuk berada di sekolahan tersebut. Maka kebersihan adalah harga mutlak untuk mewujudkan sekolahan yang nyaman. 

Bagaimana mungkin siswa  dan siswi mampu menangkap pelajaran yang disampaikan dengan maksimal bila siswa dan siswi itu sendiri kurang nyaman berada di kelas karena kotor. Belum lagi kamar mandi sekolah, MCK yang identik dengan bau pesing dan kotor karena perilaku jorok para siswa dan siswinya.

Di sekolah memang sudah tidak asing lagi dengan namanya jadwal piket. Yaitu jadwal dimana beberapa siswa dan siswi harus melakukan tugas membersihkan kelas dan sekitarnya. Namun terkadang di beberapa sekolah jadwal piket kurang begitu efektif karena mereka masih mengandalkan para penjaga sekolah atau biasa dipanggil pak kebon sekolah. 

Inilah yang harus ditanamkan sejak dini kepada siswa dan siswi untuk sadar, tanggap dan tanggung jawab terhadap kebersihan sekolah untuk menjaga kesehatannya sendiri dan orang disekitar. Sebagai contoh tanamkan dan diberi tanggung jawab menjaga kebersihan kelas.

Memang saran diatas sudah tidak asing lagi diterapkan ke siswa dan siswi dari mulai level sekolah dasar, namun guru sebagai orang tua selama di sekolah juga harus ikut andil dalam pengawasan, pendekatan dan bimbingan kepada anak didiknya, serta memberi penghargaan lebih bagi siswa dan siswi yang mematuhi tata tertib dan menjaga kebersihan dengan baik. 

Ini semua untuk menumbuhkan kepribadian dan tanggung jawab yang baik dalam hal menjaga kebersihan sekolah.

Beberapa cara untuk menjaga kesehatan sekolah selain menjaga kebersihan bisa dengan cara menerapkan program penghijauan seperti :

  • Membangun apotik hidup di sekolah
  • Membentuk ekstrakurikuler yang berkaitan dengan penghijauan atau berbasis cinta alam.
  • Menanam berbagai macam tanaman hias

Pola hidup sehat dan bersih sudah pasti akan menghindarkan dari berbagai macam penyakit yang mengintai saat di sekolah seperti demam berdarah. Dengan adanya apotik hidup dan tanaman hias akan memberikan udara yang lebih sejuk dan indah. 

Dengan menciptakan sekolah yang bersih, sehat dan nyaman diharapkan bisa menumbuhkan semangat belajar siswa dan siswi. Bila sudah semangat dalam menerima pelajaran otomatis prestasi meningkat. 

Untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kebersihan sekolah, pihak dinas pendidikan bisa mengadakan kejuaran sekolah sehat secara rutin, dimana sekolah - sekolah yang ada dibawah naungan dinas tersebut akan berlomba – lomba untuk menjaga kebersihan sekolahnya dan yang terbaik akan mendapatkan penghargaan atas semua itu. Juga bisa ditambahkan program kebersihan bulanan atau mingguan di hari – hari  tertentu. 

GURU Di gugu lan di tiru

Didalam sekolah, guru menjadi panutan semua siswa dan siswi. Istilah wong jawa guru di gugu lan di tiru. Artinya apabila  guru berbuat baik, maka siswa dan siswipun akan berbuat baik juga. Tetapi jika guru  berbuat   tidak baik/jelek, maka mungkin bisa jadi siswa dan siswipun bisa berbuat lebih jelek. 

Dalam upaya menyadarkan siswa dan siswi akan kebersihan sekolah   sekolah, para guru harus memberikan contoh yang baik, seperti dengan membuang sampah pada tempatnya dan memungut sampah yang tergeletak. Guru juga dapat menegur siswa dan siswi yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Selain itu, guru dapat memberi denda kepada pelaku sehingga mereka jera untuk mengulangi perbuatan mereka di kemudian hari.

Kesadaran siswa dan siswi dalam upaya menjaga kebersihan sekolah  berasal dari hati nuraninya masing-masing. Untuk menimbulkan kesadaran itu, dapat ditempuh dengan cara-cara berikut:

  • Membiasakan membuang sampah pada tempatnya. 
  • Merasa malu jika membuang sampah sembarangan. 
  • Melakukan piket kelas secara teratur. 
  • Melaksanakan gotong royong rutin setiap hari jum’at. 

Dengan melakukan hal-hal diatas, diharapkan nantinya akan menumbuhkan rasa sadar terhadap para siswa dan siswi  dalam menjaga kebersihan sekolah sekolah.

Dampak Negatif Sekolahan yang Kotor
Banyak sekali dampak yang ditimbulkan jika suatu sekolahan tidak terjaga kebersihannya. Adapun dampak negatifnya antara lain :

  • Membuat siswa dan siswi bosan dan tidak nyaman dalam belajar.
  • Membuat siswa dan siswi tercemar bakteri dan virus yang ada di kotoran sehingga tidak kemungkinan akan terjangkiti suatu penyakit yang membahayakan bagi kesehatannya.
  • Menimbulkan bencana banjir, seperti yang sering kita lihat di kota-kota besar. Hal ini bisa saja terjadi di sekolah kita, jika siswa dan siswi selalu membuang sampah sembarangan. Sampah yang bertumpuk di selokan dapat menyumbat jalannya air di selokan tersebut sehingga, saat hujan pun tiba, mungkin saja kita menjadi banjir dan akhirnya proses belajar-mengajar terhenti. 
  • Debu lantai yang jarang dibersihkan dapat menyebabkan siswa dan siswi batuk hingga sesak nafas. 
  • Laci meja yang penuh dengan sampahpun dapat dijadikan nyamuk sebagai tempat bersarangnnya. Apalagi jika nyamuk tersebut adalah nyamuk Aedes Aegypty yang dapat menyebabkan seseorang mengidap penyakit demam berdarah. 
  • Sampah yang bertumpuk dapat menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga mengganggu konsentrasi para siswa dan siswi hingga guru dalam proses belajar-mengajar.

Demikian begitu pengaruhnya sekolah bersih bagi kesehatan siswa.Mari galakan sekolah bersih agar nyaman buat belajar dan enak di pandang. Ayo sekolah !!!


Ust.Hadi Mulyanto,M.Pd.I adalah Wakasek Bidang Kurikulum di salah satu SMK swasta di Kab.Tegal asal  dari Jatibarang Brebes.

KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Sekolah Bersih, Siswa Sehat Rating: 5 Reviewed By: asri yatno