Latest News
Tuesday, August 11, 2015

Kekeringan Dan Dampaknya Bagi Kesehatan


SeputarPemalang.Com - Kekeringan, begitu santer akhir-akhir ini kata itu sering kita dengar. Dalam istilah orang jawa kekeringan sama dengan “garing“. Yang dikandung maksud bahwa kekeringan itu adalah sebuah kondisi di mana orang-orang susah dalam mendapatkan air untuk mencukupi kebutuhan hidup, baik buat minum, masak, mencuci, mandi, maupun untuk menyirami tanaman,sayur,palawija dan hal-hal yang urgen lainnya.

Pada mulanya yang sering kita liat  sawah-sawah memunculkan “ tela “ yaitu bengkakan tanah yang penuh lubang-lubang menganga, airnyapun di sekitar itu di pompa susah. Hal ini tampak sudah terjadi di daerah kita sepanjang pantura di daerah kecamatan losari, tanjung, bulakamba,wanasari dan brebes. 

Pantas kalau para petani kini ada yang mengalami gagal panen karena padi mereka tidak tersirami air. Bahkan ada beberapa daerah, ketika petani memompa muncul air yang ber rasa asin sehingga kalau airnya di siramkan ke bawang merah malah menjadi rusak tanamannya. 

Tapi kalau daerah sekitar rengaspendawa, jagalempeni,sisalam,glonggong dan sidamulya karena pengairan bawangnya bersumber dari sungai kali pemali justru merasakan kesuburannya. Karena biasanya air yang di ambil dari aliran sungai kali pemali yang belum bertemu dengan debit air dari laut kandungan zat,mineral,dan unsur-unsurnya sangat bagus dan cocok untuk pengairan sawah. 

Kekeringan Menurut Para Pakar

Menurut Shelia B. Red (1995)
Kekeringan didefinisikan sebagai pengurangan persediaan air atau kelembaban yang bersifat sementara secara signifikan di bawah normal atau volume yang diharapkan untuk jangka waktu khusus. Dampak kekeringan muncul sebagai akibat dari kekurangannya air, atau perbedaan-perbedaan antara permintaan dan persediaan air. Apabila kekeringan sudah mengganggu dampak tata kehidupan, dan perekonomian masyarakat maka kekeringan dapat dikatakan Bencana.

Menurut Palmer (1965)
Kekeringan meteorologis suatu interval waktu yang mana suplai air hujan aktual suatu lokasi jatuh/turun lebih pendek dibanding suplai air klimatologis sesungguhnya (estimasi normal).

Menurut Changnom (1987)
Kekeringan pertanian suatu periode ketika air tanah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air tanaman sehingga pertumbuhannya tetap, bahkan tanaman mati.

Menurut Pemerintah 
Kekeringan itu sebagai dampak dari El Nino, namun tahun ini kekeringan tidak separah dengan kondisi 1997. Hal tersebut diklaim berkat antisipasi pemerintahan Jokowi-JK melalui program-program pertanian. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengungkapkan, pemerintah telah mengantisipasi dampak El Nino, seperti masalah kesehatan dan penurunan produksi pertanian terutama produksi beras sampai hasil perkebunan kelapa sawit. 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Hari Priyono menatakan bahwa Indonesia pernah mengalami pengalaman El Nino terburuk pada 1997 dengan dampak lebih besar dari kekeringan tahun ini, dimana saat itu yang terkena dampak kekeringan ada 230 ribu lebih ha lahan dari total lahan tanam 14 juta ha. Lahan pertanian yang gagal panen di 1997 seluas lebih dari 28 ribu ha. Dia mencatat, kekeringan tahun ini hanya menimpa 111 ribu hektare (ha) lahan pertanian.

Menurut Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP 
Kekeringan yang terjadi di Jawa Tengah cukup merata, yakni di wilayah selatan ada di Sragen dan Wonogiri, wilayah tengah kekeringan terletak di daerah pegunungan serta kekeringan juga terjadi wilayah utara bagian timur, seperti Grobogan, Blora, Pati, Rembang dan Brebes. 

Untuk mengatasi masalah kekeringan ini Pemerintah Provinsi telah menganggarkan sekitar Rp 20 miliar untuk air bersih. Sedangkan untuk air pertanian, pemprov mengusahakan sungai yg siap untuk pengairan atau membuat sumur artesis.

Di Brebes sendiri, kini beberapa daerah sudah nampak bergeliat orang-orang yang kekurangan air bersih untuk keperluan minumd dan memasak. Beberapa saat kemarin bertempat di Aula Makodim 0713/Brebes telah dilaksanakan rapat upaya  khusus tentang penanganan kekeringan dan upaya mengatasinya (Rapat Upsus Penanganan Kekeringan Wilayah Brebes). 

Hadir dalam acara kegiatan rapat tersebut Dandim 0713/Brebes,Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Para Danramil jajaran Kodim 0713/Brebes, Para Kabid Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Kasi Pengendalian dan Pengelolaan Irigasi Dinas Penanganann Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Brebes. Koordinator Program dan Pengamat Hama.

Menurut Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Efdal Nazra, SIP mengatakan bahwa dalam mengatasi penanganan kekeringan ini dengan cara sistem mekanisme ngetuk yaitu berusaha dengan sekuat tenaga dalam hal membantu mengatasi kekeringan dan menyikapi dan menindaklanjuti penanganan kekeringan sehingga bisa teratasi terutama tempat yang susah air dengan dibuat pompanisasi, mempercepat realisasitan yang target tahun 2015 sekitar 30.000 Hektar. 

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Brebes Budiharso mengatakan sawah-sawah yang ditinggalkan para petani di sisi utara jalur Pantai Utara Jawa, dekat dengan tepi pantai. Akibat resapan air laut, air tanah mempunyai kadar salinitas yang tinggi yang kalau digunakan untuk mengairi sawah bisa merusak kesuburan tanah. 



Jenis Kekeringan dan Penyebabnya
Menurut Shelia B. Red (1995) kekeringan bisa dikelompokan berdasarkan jenisnya yaitu : kekeringan meteorologis, kekeringan hydrologis, kekeringan pertanian, dan kekeringan sosial ekonomi.

1.Kekeringan meteorologis
Kekeringan ini berasal dari kurangnya curah hujan dan didasarkan pada tingkat kekeringan relatif terhadap tingkat kekeringan normal atau rata – rata dan lamanya periode kering. Perbandingan ini haruslah bersifat khusus untuk daerah tertentu dan bisa diukur pada musim harian dan bulanan, atau jumlah curah hujan skala waktu tahunan. Kekurangan curah hujan sendiri, tidak selalu menciptakan bahaya kekeringan.

2.Kekeringan hidrologis
Kekeringan ini mencakup mencangkup berkurangnya sumber – sumber air seperti sungai, air tanah, danau dan tempat – tempat cadangan air. Definisinya mencangkup data tentang ketersediaan dan tingkat penggunaan yang dikaitkan dengan kegiatan wajar dari sistem yang dipasok (sistem domestik, industri, pertanian yang menggunakan irigasi). Salah satu dampaknya adalah kompetisi antara pemakai air dalam sistem – sistem penyimpanan air ini.

3.Kekeringan pertanian 
Adalah dampak dari kekeringan meteorologi dan hidrologi terhadap produksi tanaman pangan dan ternak. Kekeringan ini terjadi ketika kelembapan tanah tidak mencukupi untuk mempertahankan hasil dan pertumbuhan rata - rata tanaman.

Kebutuhan air bagi tanaman, bagaimanapun juga, tergantung pada jenis tanaman, tingkat pertumbuhan dan sarana- sarana tanah. Dampak dari kekeringan pertanian sulit untuk bisa diukur karena rumitnya pertumbuhan tanaman dan kemungkinan adanya faktor – faktor lain yang bisa mengurangi hasil seperti hama, alang – alang, tingkat kesuburan tanah yang rendah dan harga hasil tanaman yang rendah.

Kekeringan kelaparan bisa dianggap sebagai satu bentuk kekeringan yang ekstrim, dimana kekurangan banjir sudah begitu parahnya sehingga sejumlah besar menusia menjadi tidak sehat atau mati. Bencana kelaparan biasanya mempunyai penyebab – penyebab yang kompleks sering kali mencangkup perang dan konflik. 

Meskipun kelangkaan pangan merupakan faktor utama dalam bencana kelaparan, kematian dapat muncul sebagai akibat dari pengaruh – pengaruh yang rumit lainnya seperti penyakit atau kurangnya akses dan jasa – jasa lainnya.


4.Kekeringan sosioekonomi berhubungan dengan ketersediaan dan permintaan akan barang – barang dan jasa dengan tiga jenis kekeringan yang disebutkan diatas. Ketika persediaan barang – barang seperti air, jerami atau jasa seperti energi listrik tergantung pada cuaca, kekeringan bisa menyebabkan kekurangan.

Konsep kekeringan sosioekonomi mengenali hubungan antara kekeringan dan aktivitas – aktivitas manusia. Sebagai contoh, praktek – praktek penggunaan lahan yang jelek semakin memperburuk dampak – dampak dan kerentanan terhadap kekeringan di masa mendatang.

Dampak Kekeringan Bagi Kesehatan
Perlu di ketahui bersama bahwa musim kemarau yang berkepanjangan tanpa diselingi hujan sama sekali menyebabkan kekeringan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, efek dari iklim kering ini juga mempengaruhi kesehatan fisik dan mental manusia. 

Berikut ini dampak kekeringan bagi kesehatan  yaitu :

1.Membuat stress seseorang.
Kenapa demikian ? Sebab kekeringan sangat memukul sekali khususnya bagi petani yang akhirnya tanamannya gagal panen. Kalau gagal panen otomatis petani rugi. Kalau petani rugi otomatis banyak hutang sehingga petani stress. 

2.Membuat marah dan spaneng bagi ibu – ibu rumah tangga. 
Sebab ibu – ibu  yang notabene pekerjaannya mengurus rumah tangga sangat depresi karena kekurangan air bersih ini juga sulit untuk memasak, merebus air dan mencuci serta buat mandi untuk keluarga.

3.Banyak bakteri bertebaran.
Hal ini karena kualitas udara yang buruk. CDC mengungkapkan, ketika kekeringan melanda maka tanah menjadi tandus dan menyulut kebakaran hutan. Kondisi ini meningkatkan jumlah partikel di udara seperti serbuk sari dan asap.

Partikel-partikel ini mengiritasi saluran penapasan dan meningkatkan risiko infeksi saluran penapasan. Jika iritasi menyerang mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma, maka akan menyebabkan penyakit bertambah kronis.

4.Banyak debu yang masuk ke rumah. 
Biasanya motor, mobil dan kendaraan lain yang lewat ke rumah apalagi rumahnya deket dengan jalan, begitu banyak debu-debu yang masuk sehingga membuat rumah, kamar dan ruangan banyak debu-debu yang berserakan mambuat rumah jadi kotor.

5.Banyak Penyakit
Kondisi udara yang kering juga dapat meningkatkan infeksi jamur coccidioidomycosis, penyebab infeksi paru-paru dengan dahak yang berlebihan. Penyakit ini ditularkan ketika spora di dalam tanah menguap menjadi udara lalu tehirup. Lantas menyebabkan demam, sesak napas, batuk, dan nyeri otot.

6.Akan banyak masyarakat terserang penyakit ISPA dan alergi kulit.

Begitu banyak dampak negatif atau dampak kekeringan bagi kesehatan. Semoga di daerah kita tidak akan terjadi kekeringan. Semoga Allah memberkahi daerah kita dengan memberikan hujan sehingga masyarakat akan bisa memenuhi aktifitasnya lagi.  Amiin.



Ust.Hadi Mulyanto,M.Pd.I adalah Ketua Umum HIMPB asal dari Jatibarang Brebes


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Kekeringan Dan Dampaknya Bagi Kesehatan Rating: 5 Reviewed By: asri yatno