Latest News
Monday, July 13, 2015

Tinjauan Ilmiah Hikmah Membaca Al-Qur’an Untuk Kesehatan

Tinjauan Ilmiah Hikmah  Membaca  Al-Qur’An Untuk Kesehatan

SeputarPemalang.Com - Di bulan suci ramadhan seperti sekarang ini suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an hampir setiap waktu kita dengarkan. Hampir kita jalan-jalan dimana-mana suara Al-Qur’an selalu terdengar. Baik yang berasal dari masjid, musholla, surau, rumah, kamar, bilik pondok maupun majelis ta’lim. 

Suasana bulan suci ramadhan memang membuat semarak suara ayat-ayat suci Al-Qur’an di kumandangkan baik dengan cara membaca dengan tartil maupun biasa. Sehingga suasanapun di bulan ini semakin reigius apalagi kaum muslimin pada puasa di siang harinya. Lain halnya di bulan-bulan biasa Al-Qur’an ramenya di baca pada malam jumat itupun suratnya khusus yaitu surat yasin.

Ngomong-ngomong soal Al Qur’an, Al-Qur’an ini merupakan kitabnya bagi orang islam. Al – Qur’an  sebagai kitabnya orang islam sudah barang tentu kita sebagai orang islam sudah pernah melihat, memegang , membaca serta mengamalkan sebagaian isi kandungannya Al-Qur’an. 

TA’RIF AL-QUR’AN SECARA ETIMOLOGI ( bahasa )

Secara bahasa Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab  yaitu qara’a-yaqra’u-qur’aanan yang berarti bacaan. Hal itu dijelaskan sendiri oleh Al-Qur’an dalam Surah Al-Qiyamah ayat 17-18 yang artinya:

"Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur'an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti bacaannya". (Q.S Al-Qiyāmah:17-18).


TA’RIF AL-QUR’AN SECARA TERMINOLOGI ( istilah )

a.Menurut Manna’ Al-Qhattan :
كَلَامُ اللهِ المُنَزًّلُ عَلَي مُحَمَّدٍ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمُتَعَبَدُ بِتِلَاوَتِهِ

Artinya : kitab Allah yang diturnkan kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang membacanya memperoleh pahala.

b.Menurut Al-Jurjani :
هُوَ اَلْمُنَزَّلُ عَلَى الرَّسُولِ المَكْتُوبِ فِى الْمَصَاحِفِ اَلْمَنْقُولُ عَنْهُ نَقْلًا مُتَوَاتِرًا بِلَا شُبْهَةٍ

Artinya : yang diturunkan kepada Rasulullah SAW., ditulis dalam mushaf, dan diriwayatkan secara mutawattir tanpa keraguan.

c.Menurut kalangan pakar ushul fiqh, fiqh, dan bahasa Arab :
كَلَامُ اللهِ المُنَزَّلُ عَلَى نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ ص.م اَلْمُعْجِزِ اَلْمُتَعَبَّدُ بِتِلَاوَتِهِ اَلْمَنْقُولُ بِالتَّوَاتُرِ اَلْمَكْتُوبِ فِى اَلْمَصَاحِفِ مِنْ اَوَّلِ سُوْرَةٍ اَلْفَاتِحَةِ اِلَى سُورَةٍ النَّاسِ

Artinya : kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya, Muhammad. Lafadz-lafadznya mengandung mukjizat, membacanya mempunyai ibadah, diturunkan secara mutawattir, dan ditulis pada mushaf, mulai dari awal surat Al-Fatihah sampai pada surat An-Nass.

d.Menurut Dr. Subhi Al Salih Al-Qur'an adalah :
 "Kalam Allah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAWdan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah".

e.Menurut Muhammad Ali ash-Shabuni Al-Qur'an adalah : 
"Al-Qur'an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAWpenutup para nabi dan rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas".




KEISTIMEWAAN AL-QUR’AN :
1. Al-Qur’an adalah firman Allah. Artinya : ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (QS. An-Najm 4)

2. Al-Qur’an adalah mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Tak satu pun jin dan manusia yang dapat menandinginya, meskipun mereka berkerjasama. Artinya : Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (QS. AL-ISRAA 88)

3. Al-Qur’an disampaikan secara mutawatir/berangsur-angsur/berurut-urut. Artinya : Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.(QS.Al-Hijr 9)
Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Quran selama-lamanya. 

4. Membaca Al-Qur’an bernilai ibadah. Nabi SAW bersabda: “Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, laam satu huruf, miim satu huruf dan satu kebaikan nilainya 10 kali lipat” (Al-Hadist).

5. Al-Qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Artinya : Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. An-Nahl 102)

Secara umum Prof. DR. H. Said Aqil Munawar, MA, ( 2002: 35 ) di dalam bukunya yang berjudul “ Al-Qur’an Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki “, merangkum bahwa keistimewaan Al-Qur`an adalah sebagai berikut :

1. Kelembutan Al-Qur`an secara lafziyah yang terdapat dalam susunan suara dan keindahan bahasa.

2. Keserasian Al-Qur`an baik untuk orang awam maupun cendekiawan.

3. Sesuai dengan akal dan perasaan, yakni Al-Qur`an memberi doktrin pada akal dan hati, serta merangkum kebenaran serta keindahan sekaligus.

4. Keindahan sajian serta susunannya, seolah-olah suatu bingkai yang dapat memukau akal dan memusatkan tanggapan dan perhatian.

5. Keindahan dalam liku-liku ucapan atau kalimat serta beraneka ragam dalam bentuknya.

6. Mencakup dan memenuhi persyaratan global (ijmali) dan terperinci (tafsily).

7. Dapat memahami dengan melihat yang tersurat dan tersirat



NAMA-NAMA LAIN DARI ALQUR’AN
Ada beberapa nama lain dari Al-Qur’an. Yaitu : Al-Furqan, Al-Burhan, Al-Kitab, Al-Huda, Asy-Syifaa, Al-Hukm, Al-Hikmah, Al-Huda, At-Tanzil, Ar-Rahmat, Ar-Ruh, Al-Bayan, Al-Kalam, Al-Busyra, An-Nur, Al-Bashair, Al-Balagh dan Al-Qaul.

BERIKUT INI HIKMAH MEMBACA AL-QUR’AN SECARA GLOBAL YAITU :
1. Sebagai penolong ketika nanti di hari kiamat kelak. Rasulullah SAW  bersabda : " Bacalah Al-Qur’an, maka sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang pada hari qiyamat sebagai penolong bagi yang membacanya." (HR Muslim).

2. Dirindukan penghuni surga. Rasulullah SAW bersabda : “Surga itu merindukan 4 golongan: pertama,orang yang membaca Al-Qur’an, kedua,orang yang menjaga lisannya, ketiga,orang yang memberi makan kepada orang yang lagi kelaparan, keempat, orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan” (Al-Hadist).

3. Sebagai obat dari segala penyait.
“Dan kami menurunkan Al-Qur’an sebagai penawar dan Rahmat untuk orang-orang yang mu’min.” (QS. Al Israa'17: 82)

4. Menjadi sumber ilmu. Ibnu Mas’ud RA berkata : “Apabila Anda menginginkan ilmu,maka bacalah Al-Qur’an ini,karena di dalamnya terkandung ilmu umat terdahulu dan yang akan datang”.( Mushannaf Ibnu Abi Syaibah,VI/126)

5. Menjadi perniagaan yang tidak akan merugi. Allah berfirman: "Sesungguhnya orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak merugi." (QS al-Fathir: 29).

6. Merupakan amal yang terbaik. Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an  dan mengajarkannya."         ( HR Bukhari).

7. Mendapat derajat atau kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. Rasulullah bersabda: "Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir akan bersama-sama malaikat yang mulia lagi taat (HR Bukhari dan Muslim).

8. Mendapat sakinah (ketenangan jiwa) dan rahmat (kasih sayang). Rasulullah bersabda: "Tidaklah berkumpul suatu kaum dalam satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an  kecuali turun atas mereka sakinah dan rahmat serta diliputi oleh malaikat serta Allah sebut di hadapan malaikat (sisi-Nya)." (HR Muslim).

9. Mendapat sebaik-baik anugerah dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis qudsi, Allah berfirman: "Barang siapa yang sibuk dengan Al-Qur’an  dan zikir dari meminta-Ku, aku akan memberikan kepadanya sebaik-baik anugerah-Ku. Keutamaan kalamullah (Al-Qur’an) atas kalam-kalam selainnya seperti keutamaan Allah atas semua makhluk-Nya." (HR Tirmidzi)

10. Seperti buah utrujah yang wangi dan lezat. Rasulullah SAW bersabda: "Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an  seperti buah utrujah; aromanya wangi dan rasanya lezat, perumpamaan orang beriman yang tidak membaca Al-Qur’an  itu seperti kurma; tidak beraroma tapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an  itu seperti buah raihanah, aromanya wangi tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an  seperti buah handhalah (semacam labu) ; tidak beraroma dan rasanya pahit." (HR Bukhari dan Muslim).

11. Mendapat kebaikan berlipat ganda. Rasulullah bersabda: "Barang siapa membaca satu huruf dari kitabullah baginya satu kebaikan. Satu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." (HR Tirmidzi).

BERIKUT INI TINJAUAN ILMIAH HIKMAH  MEMBACA  AL-QUR’AN SECARA ILMU MEDIS

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an , seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. 

Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Qur’an terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur’an.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an.

Al-Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Demikianlah hikmah membaca Al-Qur’an. Begitu banyak hikmah yang terkandung di dalamnya. Oleh karenanya mari kita ajak dan kenalkan anggota keluarga kita, saudara , sahabat dan tetangga untuk  mencintai Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an banyak hikmahnya. Al-Qur’an Is The Best !!!





KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Tinjauan Ilmiah Hikmah Membaca Al-Qur’an Untuk Kesehatan Rating: 5 Reviewed By: Dhani Habib AlHuda