Latest News
Monday, June 15, 2015

Selter PKL Alun-alun Pemalang Diduga Dijualbelikan Oleh Pedagang

Selter PKL Alun-alun Pemalang Diduga Dijualbelikan Oleh Pedagang

SeputarPemalang.Com - Sejumlah selter di Alun-alun Pemalang diduga telah dijual belikan oleh pedagang. Padahal pembangunan selter itu merupakan tempat umum yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk menata pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun agar terlihat indah dan bersih.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Radar, jual beli selter semacam itu sudah berlangsung lama. Bahkan belakang masih saja terjadi ada seorang PKL yang telah menjualbelikan selter itu kepada pedagang baru yang berjualan di seputar Alun-alun kota Pemalang. Penjualan selter tersebut harganya dari mulai Rp12 juta hingga Rp16 juta.

Bukan hanya itu, ada juga penarikan dana sebesar Rp750 ribu kepada pedagang baru yang dilakukan pengurus paguyuban PKL Alun-alun. Serta adanya penarikan dana sebesar Rp20 ribu oleh paguyuban pada saat pembagian kartu langganan selter. Padahal dari dinas terkait yaitu Diskoperindag tidak menarik dana untuk pengganti kartu tersebut.

Adalnya persoalan semacam itu, tentunya menjadikan pertanyaan besar bagi sejumlah pedagang maupun masyarakat. Karena pembangunan selter tersebut bukan untuk dimiliki oleh PKL ataupun paguyuban untuk menguasai tempat umum tersebut.

Terkait hal itu, Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Walis saat dikonfirmasi menjelaskan, dalam paguyuban ini sudah tiga kali ganti kepengrusan namun dalam kepengurusan yang terakhir sebelum diganti seringkali hanya dimanfaatkan pengurus untuk mencari keuntungan. Sehingga untuk menata organisasi paguyuban perlu ada pergantian pengurus yang baru. Dan sekarang untuk dapat melakukan kegiatan perlu adanya dana.

Namun karena minimnya kas maka akhirnya, berinisiatif untuk menarik dana kepada pedagang baru yang belum masuk anggota, yaitu sebesar Rp750 ribu per pedagang baru. Dana tersebut menurutnya untuk keperluan pelaksanaan kegiatan paguyuban. Seperti adanya rencana pembelian seragam bagi para pedagang yang ada di Alun-alun Pemalang.

“Karena kas paguyuban tidak ada akhirnya, sepakat untuk menarik dana kepada pedagang yang belum masuk anggota yaitu Rp750 ribu. Uang tersebut resmi ditarik oleh paguyuban tanpa melibatkan dinas dan dana itu dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Sedangkan masalah penarikan dana sebesar Rp20 ribu saat penyerahan kartu langganan selter, juga telah dilakukan atas kesepatan bersama. Meskipun dari dinas tidak meminta untuk ditarik dana sebagai penganti kartu tersebut.

Menurutnya penarikan dana sebesar Rp20 ribu kepada pedagang, karena dinas hanya memberikan kartu langganan itu hanya kepada pedagang yang menggunakan selter saja. Sedangkan pedagang yang tidak menggunakan selter, agar semua dapat kartu semacam itu, maka paguyuban membuatkan kartu itu, tanpa melalui dinas, namun ditangani oleh paguyuban dengan stempel dan tanda tangan dari paguyuban.

Sementara mengenai jual beli selter yang dilakukan pedagang, Sugeng pengurus paguyuban lainnya menegaskan, pihaknya selaku pengurus tidak tahu menahu soal jual beli selter tersebut. Namun demikian pihaknya baru mengethui belakangan. Setelah tahu ada pedagang baru yang tiba–tiba muncul dan ikut berjualan di selter Alun-alun Pemalang.

“Karena tahu, ada pedagang yang menjual selter, akhirnya setelah ditanyakan kepada pedagang lama, alasanya tersangkut utang piutang, sehingga terpaksa harus menjual selter tersebut,” jelasnya.

Sementara, petugas dari Diskoperindag Pemalang Ating orang yang diberi mandat untuk melakukan pembinaan kepada PKL Alun-alun, menjelaskan terkait hal itu. Sebelumnya pembinaan PKL Alun-alun masuk dalam bidang perdagangan namun sekarang masuk di bidang pasar. Pemindahan itu setelah, adanya Perda nomor 1 tahun 2014 tentang retribusi, sehingga selter masuk dalam perda tersebut.

Kemudian dengan membuat edaran maka mulai 13 April 2015 retribusi mulai ditarik oleh Diskoperindag yaitu sebesar Rp3.000 jiak berjualan dari pagi hingga sore. Sedangkan jika dari sore hingga malam maka retribusi yang ditarik sebsar Rp6.000.

Menurutnya, soal selter dinas secara tegas telah melarang pedang untuk melakukan jual beli selter, karena selter ini milik pemerintah dan untuk tampat umum. Sehingga tidak boleh untuk dimiliki oleh siapapun juga.[Radar Pekalongan]


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Selter PKL Alun-alun Pemalang Diduga Dijualbelikan Oleh Pedagang Rating: 5 Reviewed By: Dhani Habib AlHuda