Latest News
Monday, June 15, 2015

Politik Pilkada Pemalang Makin Memanas Karna Dukungan Kader Partai Pecah

Politik Pilkada Pemalang Makin Memanas Karna Dukungan Kader Partai Pecah

SeputarPemalang.Com -  Situasi politik pilkada di Kabupaten Pemalang setelah sempat mengalami sepi, sekarang mulai memanas lagi. Kondisi tersebut terjadi akibat adanya isu saling jegal yang dilakukan antara balon bupati yang satu dengan yang lainnya. Adanya isu tersebut tentunya cukup berdampak terhadap situasi politik yang ada.

Melihat perkembangan politik Pilkada yang demikian, salah satu Pemerhati Politik Pilkada Muntoha mantan Ketua DPC PPP yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Pemalang rupanya telah banyak mengamati situasi politik Pilkada yang ada di daerahnya. 

Dari hasil pengamatannya, dia mencoba menganalisa perkembangan politik tersebut yang pada akhirnya memunculkan sebuah prediksi dalam proses Pilkada.

Menurut Muntoha, dilihat dari perkembangan munculnya nama-nama baru balon bupati dan wakil bupati, seperti halnya yang saat ini sedang terjadi di PDI P, telah memunculkan sebuah prediksi akan ada perubahan besar di internal partai tersebut. 

Setelah ada nama baru, yaitu sejumlah balon yang langsung mendaftar melalui DPP. Seperti munculnya Ketua PCNU Pemalang Dasuki dan Nukholes Kabag Humas Pemalang yang dikabarkan telah mendaftar sebagai balon wakil bupati, mereka langsung ke DPP PDI P. Sehingga dengan adanya nama balon baru itu banyak kemungkinan yang bakal terjadi.

Yaitu nantinya warga atau anggota partai akan terbagi-bagi dalam memberikan dukugannya, sehingga loyalitas terhadap keputusan partai akan terabaikan. Karena ada kemungkinan besar munculnya Ketua PCNU berpasangan dengan dr Moko, yang sekarang sedang disiapkan di pusat yaitu koalisi PKB dengan PDI P.

“Di PDI P siappun yang akan direkomendasikan, apakah itu H Junaedi berpasangan dengan siapa atau dr Moko dengan Dasuki, maka di internal partai pasti akan terbelah,”katanya.

Prediksi untuk Partai Golkar juga menurut Muntoha, akan mengalami hal serupa. Jadi siapa pun yang akan direkomendasikan oleh partai maka dukungan anggota partai terhadap balon bupati akan terbelah. Termasuk juga di tubuh PKB, apabila partai ini merekomendasikannya jatuh ke H Junaedi maka dukungan kader atau anggota partai ini akan terbelah dan apabila rekomendasi itu jatuh ke dr Moko karena berpasangan dengan Ketua PCNU Dasuki, juga dukungan akan terbelah.

Bahkan termasuk yang akan terjadi di tubuh PPP yang sekarang ini sedang terjadi kisruh di internal partainya belum kunjung selesai. Maka juga berpeluang dukungan dari kader dan anggota partai itu terbelah. 

Kemungkinan akan terjadi semacam itu, karena di PPP ada dua balon kuat antara H Junaedi Bupati Pemalang dan Mukti Agung Wibowo Wakil Bupati Pemalang.

Dijelaskan Muntoha, di PPP ini ada pemilih rasional dan ada juga idiologis. Untuk pemilih idiologis tantangan bagi balon bupati H Junaedi karena sangat tidak mungkin untuk mendukung dan memilihnya. 

Sedangkan pemilih irasional atau pokoke yang sudah menjalin hubungan baik maka akan tetap ke H Junaedi. Namun jika pemilih yang rasional akan berfikir, melihat kebijakan bupati selama lima tahun ini. Apakah berpihak kepada umat islam, rakyat Pemalang atau tidak dan kepemimpinannya semakin baik atau justru semakin menurun.

Adapun pemilih idiologis dengan adanya perpindahan padangan politik yang dilakukan oleh balon bupati, maka pemilih yang satu ini akan tetap berpegang pada idiologi partai. 

Karena di PPP masih banyak kader partai yang berpegang teguh pada idiologi partainya. Dari hasil prediski politik Pilkada itu, Muntoha menyimpulkan akan muncul kader partai tidak akan lagi tunduk kepada hasil keputusan partainya dan juga warga tidak taat lagi kepada kyai.[radarpekalongan]


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Politik Pilkada Pemalang Makin Memanas Karna Dukungan Kader Partai Pecah Rating: 5 Reviewed By: Dhani Habib AlHuda