Latest News
Monday, March 30, 2015

Revitalisasi Pabrik Gula Butuh Dana Rp 25 Triliun


SeputarPemalang.Com - Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah mengatakan kondisi pabrik-pabrik gula di Jawa Tengah sangat memprihatinkan. “Pabriknya jadul (jaman dulu) semua. Mesti ada revitalisasi,” katanya, 25 Maret.  

Tapi, untuk merealisasinya, dibutuhkan dana dalam jumlah besar. Ganjar memperkirakan satu pabrik gula membutuhkan investasi sekitar Rp 2 triliun. Ketika ini di Jawa Tengah ada 13 pabrik gula yang perlu direvitalisasi.

“Butuh anggaran sekitar Rp 26 triliun,” ujar Ganjar.  
Baginya, dana sebesar itu tidak mungkin dipenuhi oleh pemerintah provinsi. Pasalnya, dana dalam Anggaran Pendapatan serta Belanja Daerah kini hanya sekitar Rp 17 triliun.  

Walaupun pabrik gula yang ada kini sangat tak efisien. Misalnya, rendemen gula sangat rendah, yang berujung pada hasil yang tidak maksimal.
 

Ihwal permintaan pupuk subsidi untuk petani tebu, Ganjar menyatakan, pemberian pupuk subsidi akan diberikan sesuai dengan aturan. Pasalnya, sukar membedakan mana petani serta mana pengusaha besar.
 

Beberapa pabrik gula yang telah uzur adalah Pabrik Gula (PG) Jatibarang (Brebes), PG Pangkah (Tegal), PG Sumberharjo (Pemalang), PG Sragi (Pekalongan), PG Weleri, PG Mojo, PG Rendeng, PG Trangkil, PG Tasikmadu.  


Kini akan dibangun satu pabrik gula di Comal, Pemalang, serta Todanan, Blora.

Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan, pada 2014 produksi gula kristal di Jawa Tengah surplus 20 ribu ton. Selama 2014, Jawa Tengah memproduksi 290 ribu ton gula. Walaupun kebutuhannya hanya 270 ribu ton. 


Luas lahan tebu naik menjadi 76 ribu hektare dari 73,5 ribu hektare pada 2013 serta 67,1 hekatare pada 2012.  
Tapi Ketua Umum Asosiasi Tebu Indonesia Arum Sabil menyatakan, walau berumur tua, pabrik gula di Jawa masih mampu berproduksi dengan baik. 

“Bahkan dapat menghasilkan gula premium,” ujar ia, di Jakarta, kemarin.
Ada beberapa pabrik gula tua tersebut menghasilkan rendemen di atas 10 persen. Arum mengatakan beberapa pabrik sebagaimana Pabrik Gula Asembagus (Situbondo, Jawa Timur), Pabrik Gula Ngadirejo, serta Pabrik Gula Gempol Krep di Jawa Timur.
 

Pabrik-pabrik itu mampu menghasilkan gula berkualitas baik karena menggunakan proses karbonatasi. Pabrik gula yang berdiri pada 1926, Semboro, menggunakan teknik tersebut. Proses karbonatasi menghasilkan gula dengan ICUMSA (standar warna gula) di bawah 100, serta berbutiran halus. 

“Tapi biaya lebih tinggi 10 persen ketimbang sulfitasi,” ujar Arum.
 

Pabrik tua lainnya, Gempol Krep, masih menggunakan sulfitasi (pemurnian dengan belerang). Gula yang diproduksi juga lebih baik dibanding gula produksi pabrik modern yang menggunakan proses sama. Lainnya itu, pabrik menggunakan varietas tebu unggulan sebagai bahan baku.
 

“Walau tua tetap dijaga dengan baik, menggunakan tebu berkualitas bagus,” katanya.  Bagi Direktur Jenderal Impor Kementerian Perdagangan Thamrin Latuconsina, di Indonesia terdapat sekitar 62 pabrik gula. 

Berdasarkan umur, 40 pabrik berumur 100–184 tahun, tiga pabrik berumur 50–99 tahun, 14 pabrik berumur 25–49 tahun, serta lima pabrik baru berumur 25 tahun. Lainnya pabrik yang memproduksi gula, terdapat 11 pabrik gula rafinasi.[tempo]

KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Revitalisasi Pabrik Gula Butuh Dana Rp 25 Triliun Rating: 5 Reviewed By: Dhani Habib AlHuda