Latest News
Tuesday, March 17, 2015

Keluarga WNI yang Hilang Di Atlantik Selatan Asal Pemalang Jalani Tes DNA




SeputarPemalang.Com - Keluarga ABK kapal ikan Taiwan Hsiang Fu Chuen yang mengalami hilang kontak di Perairan Atlantik menjalani pemeriksaan dan pengambilan sampel darah. Pengambilan sampel darah tersebut untuk keperluan tes DNA yang nantinya akan dibawa ke Pusdokkes DVI Jakarta.  

Dari empat keluarga ABK asal Kabupaten Pemalang, hanya 3 keluarga yang datang ke Mapolres Pemalang, satu terpaksa didatangi oleh tim ke rumahnya.Pejabat Fungsional Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Hernawan B Abid menyampaikan, bahwa kapal Hsiang Fu Chuen dilaporkan oleh otoritas Taiwan hilang kontak semenjak 9 Maret.  

Oleh karenanya timnya langsung bergerak untuk melakukan langkah-langkah preventif, diantaranya mengumpulkan keluarga ABK untuk keperluan identifikasi.  

“Makanya hari ini tim kami datang bersama tim DVI Polda Jateng untuk melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel darah bagi keluarga ABK,” ujarnya, Hari Sabtu (14/03).

Disampaikan oleh Hernawan, bahwa ketika ini pihaknya telah berkordinasi dengan berbagai otoritas Taiwan, termasuk di negara tempat pamungkas kapal tersebut dinyatakan hilang kontak yakni di Samudra Atlantik. Masing-masing otoritas akan memberikan informasi perkembangan terkahir terkait kapal dan ABKnya.  

“Nanti hasil ini akan dibawa ke Jakarta dan selepas itu akan tahu perkembangannya,” ujarnya.

Disampaikan pula, bahwa dari semua ABK yang dinyatakan hilang kontak tersebut semuanya legal (resmi) dan ada perusahaan atau agen yang memberangkatkannya. Pihaknya juga telah bertemu dengan para agen dan terkait dengan asuransi dan sisa pembayaran semuanya sedang dalam proses. 

“Sedang diproses secepatnya dan nanti yang menjadi hak-hakya akan diberikan,” paparnya.

Kabid Dokkes DVI (Disaster Victim Identifikation) Polda Jateng Kombespol dr. Rini Mulyawati menyampaikan, bahwa ABK kapal Hsiang Fu Chuen dari Indoensia berjumlah 21 orang, 13 dari Jawa Tengah yang terdiri dari 5 orang dari Brebes, 1 dari Banyumas, 3 dari Tegal dan 4 orang ABK dari Kabupaten Pemalang. 

“Tes DNA ini dilakukan terkait adanya ABK yang hilang kontak di Perairan Atlantik. “Untuk setiap orang yang hilang, maka dilakukan identifikasi terhadap keluarga ataupun lainny denga identifikasi melalui data primer dan data sekunder,” jelas Rini.

Lebih lanjut Rini menjelaskan, untuk data primer yakni melalui sidik jari, tes DNA, dan identifikasi gigi. Sementara data sekunder adalah melalui ciri-ciri tubuh, foto, KTP dan identitas lainnya. 

 “Seluruh keluarga telah dilakukan identifikasi dari dua data tersbut, termasuk tes DNA yakni dengan mengambil darah orang tua atau anak dan istrinya,” ujarnya.

Disampaikannya, setelah darah terambil nantinya akan dikrim ke Pusdokkes dan alhasil baru jisa diketahui selepas 2 hari Minggu. Ketiga keluarga telah menjalani tes DNA. 

Sementara 1 keluarga dari ABK atas nama Jimi Manopo tak bisa datang oleh karenanya tim langsung mendatangi keluarganya di Desa Mengori RT 03 Rw 01 Kecamatan/ Kabupaten Pemalang

 “Harapannya supaya ditemukan betul dan bisa teridentifikasi secara benar karena kaitannya dengan surat menyurat, warisan dan lain sebagainya,” terang Rini yang membawa 2 anggotanya. [radarpekalongan] 



KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Keluarga WNI yang Hilang Di Atlantik Selatan Asal Pemalang Jalani Tes DNA Rating: 5 Reviewed By: Dhani Habib AlHuda