Latest News
Tuesday, March 17, 2015

Empat Pembobol Proyek PDAM Asal Pemalang Diadili




SeputarPemalang.Com - Empat terdakwa, Rmn (21), Rmt (31), Sur (23) ketiga kakak beradik warga Banyumudal, Moga, Pemalang, Jawa Tengah dan War (21) warga Badak, Belik, Pemalang Jawa Tengah kembali diajukan ke persidangan PN Bantul, Hari Senin (16/03/2015).

Mereka didakwa jaksa Iwan Kurniawan SH karena sudah mencuri 14 panel MCB milik Gedung proyek PDAM PT Karya Sepakat Kita.

“Aksi pencurian itu atas inisiatif aku dan semua menyepakati. Hasil pencurian kami gunakan untuk pesta miras dan main wanita,” kata terdakwa Rmt yang mengaku sudah memiliki istri dan 3 anak di hadapan majelis hakim diketuai Sulistyo Muhamad Dwi Putro SH.

Dalam keterangannya terungkap, pada Hari Minggu 14 Desember 2014 terdakwa  berempat menyewa 1 unit mobil Xenia G 8525 HM berangkat dari Pemalang dengan tujuan Surabaya.


Tapi sesampai di Kalijoho Argosari Sedayu Bantul atau tepatnya di Gedung proyek PDAM PT Karya Sepakat Kita terdakwa Rmt  yang pernah bekerja dan survei di tempat tersebut melihat suasana sepi. Selanjutnya menyuruh adiknya Rmn menghentikan mobi.
 

Terdakwa Rmt melihat di dalam komplek gedung ada panel listrik dari proyek PDAM kemudian  mengajak terdakwa lainnya untuk mengambil panel. Mereka masuk dengan memanjat pagar tembok setinggi 2 meter dan membaea obeng min plus, kunci pas ukuran 10-12, kunci sok ukuran 11 dan tang potong dibantu terdakwa Rmt dibantu adiknya Sur dan temannya War mencopot dan mengambil 14 panel MCB selesai sekitar pukul 05.30 WIB.

Kejadian tersebut sempat dipergoki saksi Supardiyono dan menanyakan keperluan para terdakwa dan dijawab Rmn  mengaku disuruh seseorang untuk mengecek pompa dibawah. Namun saksi Suoardiyono curiga memohon KTP dari terdakwa Rmt  namun tak dikasih dan selepas itu mereka berempat tergesa-gesa masuk mobil dan kabur membawa barang hasil curian.

Selanjutnya keempat terdakwa membawa panel-panel tersebut ke Jakarta dan menjual kepada Ahmad Yaeni (terpisah) dan dijual lagi kepada Edi alias Aceng seharga Rp 22 juta.


Dari penjualan panel tersebut Yaeni mendapat Rp 500 ribu dan keempat terdakwa masing-masing mendapat Rp 5 juta dan Rp 1,5 juta untuk operasional. Perbuatan para terdakwa PT Karya Sepakat Kita menderita kerugian Rp 800 juta dan para terdakwa dijerat pasal 363 Ayat (1) Ke-3, Ke-4 dan Ke-5 KUHP.  [kedaulatan rakyat]


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Empat Pembobol Proyek PDAM Asal Pemalang Diadili Rating: 5 Reviewed By: Dhani Habib AlHuda