Latest News
Saturday, February 21, 2015

Babad Tanah Desa Ketapang




SeputarPemalang.Com - Desa Ketapang adalah salah satu desa pesisir di kecamatan Ulujami. Sebagian besar penduduknya menggantung kehidupannya pada alam, seperti petani, nelayan dan lain–lain.

Di Desa tersebut terdapat sebuah tempat yang dianggap keramat oleh sebagian besar masyarakat yang dikenal dengan nama ampel. Jika kita mendengar hal tersebut terasa merinding karena banyak asumsi masyarakat bahwa tempat tersebut merupakan sebuah patilasan seorang ulama hebat yang dianggap sebagai pendiri atau pemberi nama Ketapang yang menyimpan berbagai misteri dan benda – benda pusaka.

Mesteri tersebut masih tabu dan banyak yang ingin mengungkapnya. Namun disayangkan tidak semua tokoh masyarakat / sesepuh desa tersebut bersedia menceritakan sejarah yang dapat diabadikan dalam bentuk tulisan atau visual. Sehingga sejarah terputus di jalan karena saat itu para ahli sejarahnya enggan menuturkan ke anak turunnya sebagai pewaris sejarah. 
Desa Ketapang Foto Satelit Google

Menurut Pak Subali, seorang tokoh masyarakat di desa Ketapang yang mendengar dari kakeknya bahwa di ketapang ada sebuah tempat yang diberi nama ampel digunakan sebagai pesanggrahan tempat bertapa atau bisa dibilang sebagai tempat ibadah oleh seorang ulama besar sakti yang dipercaya sebagai sipembabad tanah di ketapang.

Berlatar dari cerita kakeknya beliau bersama kedua temannya yaitu Bapak Sukri (sekarang telah wafat) dan Bapak Subianto ( mantan lurah ) melakukan sebuah ritual berhari – hari di tempat tersebut, bahkan mereka sampai tertidur disitu guna ingin membuktikan apakah cerita kakeknya betul atau tidak. Dalam usahanya, di antara ketiga orang yang bersemedi hanya Bapak Subali yang ditemui oleh seseorang yang menyatakan dirinya sebagai pembabad tanah Ketapang.

Dalam dialognya, Sipembabad tanah Ketapang itu mengaku bernama Kyai Danur Dipo. Konon sewaktu masih mudanya beliau mengembara mencari tempat yang cocok sebagai pesanggrahanya, sehingga pada suatu saat tiba di sebuah hutan aneh belum berpenghuni juga angker yang di dalamnya banyak pohon ketepeng.

Buah Ketapang
Di hutan yang aneh dan belum berpenghuni itu Kyai Danur Dipo menjumpai berbagai pengalaman mistis yang tidak bisa diterima dengan akal sehat. Tapi Dengan kesaktian yang dimilikinya, beliau dapat menyelesaikannya meskipun dengan perjuangan yang sangat berat.

Karena sudah berjuang dengan sepenuh tenaga dan pengorbanan yang berat serta merasa cocok dengan tempat itu akhirnya Kyai Danur Dipo membuat rumah serta tinggal di tempat itu dengan ditemani oleh seekor kuda dan seekor jago.

Melihat keadaan hutan tersebut yang terdapat banyak pohon ketepeng oleh Kyai Danur Dipo daerah itu diberi nama Ketapang. Nama Ketapang sampai sekarang masih dipakai menjadi sebuah nama desa yang terdapat di kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang.

Warga Ketapang di salah satu sudut Balai Desa Ketapang
Berhubung Kyai Danur Dipo yang membabad dan mendirikan serta memberikan nama Ketapang, sehingga beliau diberi julukan nama Kyai Kapang. Nama Kyai Kapang sampai sekarang masih sangat dikenal dikalangan masyarakat Ketapang bahkan dari luar Ketapang. Sampai – sampai tempat pesanggrahannya atau orang biasa menyebut ampel masih dikeramatkan. 

Bahkan tidak sedikit orang sering membuktikan mendengar suara Jago milik kyai Kapang di sekitar ampel yang berbunyi pada saat acara – acara penting milik desa yang dijadikan suatu pralambang. Setiap tahunnya oleh masyarakat sekitar mengadakan ritual dalam bentuk sedekah bumi guna mengenang jasa Kyai Kapang.

Demikian cerita yang dituturkan Pak Subali tentang asal – usul desa ketapang meskipun masih banyak kekurangannya tapi semua itu suatu tantangan bagi para generasi muda khususnya pemuda Ketapang untuk membantu mengungkap cerita / legenda desa Ketapang sehingga dapat sempurna sesuai dengan keinginan.* (Joko Prawoto)

*Nara Sumber Bapak Subali: Sesepuh desa Ketapang

* Foto Masjid by: Heru Al Habib

KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Babad Tanah Desa Ketapang Rating: 5 Reviewed By: Joko Prawoto