Latest News
Saturday, February 8, 2014

Ribuan Warga Watukumpul Masih Mengungsi

Pengungsi Warga Watu kumpul - SATELITPOST/ TRI ATMODJO
Seputar Pemalang -  Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Desa Cikadu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, memaksa ribuan warga dari tiga dusun mengungsi. Karena rumah yang telah mereka tinggali bertahun-tahun porak- poranda disapu banjir bandang yang terjadi Rabu lalu.

Sampai Jumat (7/2) kemarin, warga bertahan di pengungsian dan belum bisa kembali ke rumah. Warga berharap agar pemerintah merelokasi rumah mereka di lokasi baru yang lebih aman.

Bencana di Cikadu ini tergolong dashyat, hektaran tanaman padi rusak, pohon-pohon besar tumbang dan berserakan di sepanjang aliran Sungai Lingseng. Di bantaran sungai itu, ratusan rumah warga longsor tersapu banjir bandang.

Untuk menampung dua ribuan pengungsi itu, pemerintah kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, menyiagakan bangunan sekolah, balai desa, serta rumah warga yang berada di lokasi aman untuk dijadikan tempat pengungsian. Sejumlah bantuan telah datang ke Cikadu.

Kepala BPBD Pemalang Drs H Wismo MPd mengatakan, permintaan relokasi sedang dikoordinasikan. Selebihnya saat ini fokus pada penanganan pengungsi agar mendapat tempat yang layak. “Dapur umum masih diaktifkan karena pengungsi juga masih bertahan,” katanya.

Kepala Kesbang Linmas Pemalang, Riswantoro BA menyampaikan, pemkab akan segera mengupayakan relokasi permukiman mereka. Tanah calon lokasi sudah disediakan di daerah Randudongkal seluas 1,6 hektare. Tanah itu dibeli pemkab dari penduduk pada Oktober 2002 silam.

Semula tanah itu disediakan untuk rumah warga eksodan dari luar Pulau Jawa sebanyak 100 unit. Namun kini warga eksodan telah diberikan tanah di lokasi lain. Sehingga tanah itu bisa dimanfaatkan untuk warga korban longsor dari Dukuh Legok.

Namun kendalanya, luas tanah tidak mampu menampung seluruh korban longsor. Untuk mengatasi hal itu, perlu dicarikan tanah lagi. Diperkirakan akan dicarikan lagi tanah di sekitar Desa Cikadu.

Dalam pembebasan nanti diharapkan para pemilik tanah tidak memanfaatkan kesempatan itu untuk berbisnis, dengan menaikkan harga tanah. Sekarang saja, harga tanah sudah naik menjadi Rp 45 juta/bidang.

Sambil menunggu relokasi, menurut Riswantoro, korban sementara ini bisa tidur di bedeng-bedeng, tenda, dan ruang SD. ”Untuk mencegah penyakit disiagakan petugas kesehatan di lokasi pengungsian,” katanya.

Akibat hujan yang turun deras tanah perbukitan Dukuh Legok, Watukumpul, longsor. Sebanyak 212 rumah sebagian ada yang tertimbun dan lainnya rusak parah karena tergencet berkubik-kubik tanah longsoran. (Tri Atmodjo-satelitpos)


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Ribuan Warga Watukumpul Masih Mengungsi Rating: 5 Reviewed By: asri yatno