Latest News
Tuesday, February 25, 2014

Relokasi Warga Watukumpul Butuh Waktu Sampai 3 Bulan

Tempat pengungsian di Puskesmas Pembantu Cikadu. SATELITPOST/TRI ATMODJO
Seputar Pemalang -  Warga korban longsor Watukumpul yang saat ni masih berada di barak pengungsian rupanya harus sabar menunggu hingga 3 bulanan lagi sebelum akan menempati rumah baru di tempat relokasi.

Pemerintah Daerah Pemalang telah mengirimkan data tiga pilihan tempat untuk relokasi kepada Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk dilakukan pemeriksaan ekologi. Tiga tempat ini akan diperiksa struktur ekologi tanahnya, jika memang memenuhi syarat untuk dijadikan lokasi hunian maka akan digunakan.

Tiga lokasi itu adalah pertama di Desa Mentek Kecamatan Belik. Di sana terdapat lahan 8 hektar dengan status tanah P2, atau tanah negara bebas di bawah penguasaan bupati. Kedua di Desa Majalangu Watukumpul, juga tanah yayasan P2 atau tanah bebas milik negara seluas 2,5 hektare di atas makam RM Hanyokro Dinogo Kusumo, Adipati Pemalang Pertama.

Lokasi ketiga adalah tanah hak milik di Majalangu utara, tepatnya di jalan menuju Desa Gapura, seluas 3,5 hektare. Kalau kurang bisa menggunakan tenah di sebelahnya.

“Setelah tes geologi, di manapun tanah itu, akan kita gunakan, sebab jangan sampai ada potensi longsor lagi di kemudian hari. Wis biayanya mahal, ternyata dua tahun kemudian longsor, kan tidak kita harapkan,” demikian disampaikan Sekda Pemalang Drs Budhi Rahardjo MM kepada wartawan di ruangannya, Jumat (21/2) kemarin.

Jika nanti yang dipilih ESDM adalah tanah yang hak milik, maka Pemkab akan membelinya. “Yang hak milik, kita akan cari aman saja. Kita gunakan appraisal untuk menaksir. Yang umum, NJOP plus harga pasar dibagi dua. Ini umum pemerintah beli. Jadi tidak lalu pemerintah membeli harga pasar saja, tetapi ditambahkan NJOP dibagi dua,” katanya.

Dijelaskan Budhi, jika nanti Tanah P2 juga memenuhi syarat, Pemkab akan memilihnya karena tanah negara bebas. “Sertifikanya hanya penegasan hak milik warga. Sertifikat penegasan hak,” katanya.

Rencananya dari BPN juga siap membantu prona sertifikat massal gratis. Ada usulan juga dari BPN untuk dikerjasamakan antara BPN, Pemkab dengan Perbankan.

“Sertifikat yang muncul setelah diserahkan, digunakan oleh para pemiliknya ke bank untuk dapat kredit usaha. Biasanya kata Pak Kesten (Kepala BPN Pemalang), kalau kredit untuk pertanian dan perkebunan tidak mungkin. Yang memungkinkan adalah usaha peternakan.”

Dijelaskan Budhi, tahapan recoverytidak cuman untuk tempat tinggal saja, tetapi juga mencakup sosial ekonomi korban. Recovery ini mencakup sekitar 350-an rumah dari korban yang telah didata. Jika menghitung KK memang 500-an, tetapi rumahnya adalah 350 buah. 

“Yang digunakan patokan adalah rumah yang terkena longsor, baik rusak berat, rusak sedang maupun ringan. Sebab kerusakan itu semuanya terjadi karena longsor, tidak hanya yang rusak berat saja, tetapi rumah rusak sedang dan ringan juga, karena tanahnya potensi longsor.

“Kalau KKnya sampai 500. Kita ngitungnya tidak KK, tapi rumah,” katanya.

Dijelaskan pula, jika waktu untuk menyelesaikan longsor Watukumpul ini tidak cukup satu atau dua bulan, karena yang pertama adalah penyiapan lahan baik secara administrasi, pengolahan lahan untuk pemukiman, diteruskan dengan pembangunan rumahnya.

“Kalau memang tanah sudah siap, dan dana untuk membangun rumah yaitu tiap rumah RP 25 juta dari pusat dan Rp 5 juta dari Provinsi, sekitar Rp 30 juta itu akan kita lelangkan biar ditangani rekanan untuk percepatan pembangunan.” (Tri Atmodjo-satelitpos)


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Relokasi Warga Watukumpul Butuh Waktu Sampai 3 Bulan Rating: 5 Reviewed By: asri yatno