Latest News
Tuesday, February 25, 2014

Penyakit Ancam Pengungsi Tanah Longsor Di Watukumpul

Anak-anak sedang belajar bersama di Posko SD Negri 4 Cikadu, Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Selasa (18/2), di posko ini terdaftar 333 orang pengungsi, 66 orang diantaranya adalah anak sekolah. SATELITPOST/ANGGA LUKITO
Seputar Pemalang - Seorang bayi pengungsi berumur 9 bulan bernama Mei Vita dari pos pengungsi Puskesmas Pembantu Cikadu. Bayi tersebut harus dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Watukumpul untuk mendapatkan cairan, Sabtu (22/2) sekitar pukul 20.00 WIB menyusul diare yang dideritanya.

Rupanya kondisi kesehatan pengungsi juga terus menurun, karena selain kasus tadi, hampir semua anak-anak di sana juga terserang diare selain gatalgatal dan batuk pilek.

Ardi, seorang relawan yang sudah beberapa hari di Watukumpul, saat Minggu kemarin berkesempatan ke markas Lipes di Brug Giyanti Kebondalem Pemalang menceritakan, anak itu harus dibawa untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap. “Karena kena muntaber, karena kondisinya sangat ngedrop,” katanya.

Dihubungi terpisah, Anggota KPU Mahfudin SAg yang juga Sekretaris GP Anshor Pemalang menjelaskan, Sabtu (22/2) malam Ansor menggelar Maulid, Mujahadah, Istigosah, dan Tausiyah di Masjid Cikadu Watukumpul.

Di sela kegiatan untuk para pengungsi ini, ada pengungsi yang sedang dilarikan untuk diobati lebih baik. “Saya pas ada di situ, dan saya juga melihat dinaikkan ke mobil untuk dibawa, kabarnya mau ke Belik, Cuma kondisinya bagaimana saya tidak memantau lagi. Saya dengar kabar kemudian, pengungsi tadi kena muntaber,” katanya.

Sementara koordinator penanganan bencana di Watukumpul, Ria Kurniawan, dihubungi secara terpisah melalui telepon membenarkan ada pengungsi yang disebutnya dari Dusun Kalilinseng yang dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Watukumpul karena kena muntaber.

“Saya tahunya dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Watukumpul dari Kalilingseng. Tapi kalau memang di sana sudah overload, ya barangkali dibawa ke Belik,” katanya.

Sementara Kepala Puskesmas Watukumpul dr Mustofa melalui sambungan telepon menjelaskan, Mei Vita sudah pernah dirawat inap di Puskesmas Watukumpul, telah sehat dan kembali lagi ke Pustu, tempat pengungsian kedua orangtuanya. Namun Sabtu malam, rupanya kondisinya ngedrop lagi sehingga dibawa kembali. 

“Diare kan membuat pasien kekurangan cairan, sehingga begitu sampai sini, langsung kita infus. Sekarang sedang dalam perawatan,” katanya.

Dijelaskan Mustofa, kondisi pengungsi memang sangat rawan penyakit Ispa, Diare dan gatal karena tempat pengungsian yang diisi banyak orang. (TriAtmodjo-satelitpos)


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Penyakit Ancam Pengungsi Tanah Longsor Di Watukumpul Rating: 5 Reviewed By: asri yatno