Latest News
Sunday, February 16, 2014

Jembatan Roboh, Siswa Di Bodeh Seberangi Sungai Untuk Sampai Sekolah

Jembatan penghubung Kecamatan-Comal-dan-Kecamatan-Ampelgading- Satelit pos
Seputar Pemalang - Siswa SMPN 2 Bodeh dari Gunungbatu terpaksa harus menyeberangi sungai untuk sampai di sekolah setiap harinya. Hal itu terpaksa dilakukan karena jembatan Kali Polaga yang menghubungkan Desa Longkeyang dengan Desa Gunungbatu Selatan runtuh.

Jembatan Kali Polaga dengan panjang 50 meter itu roboh diterjang banjir bandang pada Minggu, 2 Februari. Beberapa rumah penduduk di pinggir sungai juga hanyut terbawa arus sungai.

Kepala Desa Longkeyang Sony Hardiyan mengungkapkan, robohnya jembatan tersebut bersamaan dengan musibah tanah longsor di beberapa desa di Kecamatan Watukumpul. Di Desa Longkeyang, sebanyak delapan rumah di Dukuh Sarangkadu rusak dan retak karena tanah bergerak. Puluhan rumah lain terancam gerusan Sungai Polaga. Adapun rumah yang rusak terkena banjir ada sembilan rumah.

”Sejak kejadian jembatan roboh, anak-anak SMPN 2 Bodeh tidak bisa lagi lancar berangkat ke sekolah. Mereka harus menyeberangi sungai yang sesekali airnya meluap akibat cuaca masih turun hujan,” kata Sony, kemarin.

Arus Deras
Dikatakan, jembatan yang diresmikan pada 11 Januari 2012 itu, dibangun dengan anggaran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Saat kejadian, arus sungai sangat deras karena banjir bandang.

Banyak balok-balok kayu dan pepohonan yang hanyut menghantam pilar jembatan bagian tengah. Bahkan air sampai ke atas hingga jembatan tidak kelihatan lagi.

Selain jembatan tersebut, ada pula dua jembatan yang rusak di Desa Longkeyang, dan Jembatan Gantung di Desa Gunungbatu. Akibatnya, warga masyarakat di Desa Gunungbatu selatan terisolir. 

Guru SMP 2 Bodeh, Nurilah mengatakan, dia warga Gunungbatu yang setiap hari harus berangkat mengajar. Karena jembatan roboh, dia harus menyeberang sungai. 

Sejumlah siswanya juga melakukan hal yang sama. Ketika berangkat dan pulang mereka harus menyeberangi sungai. ”Para siswa sedia pakaian ganti. Setelah menyeberang, mereka ganti pakaian seragam,” kata Nurilah.

Dijelaskan, hujan masih kerap turun. Sesekali air sungai meluap. Beberapa guru dan orang tua mengambil kebijakan anak-anak dikoskan dulu di Desa Longkeyang. Ada 20 rumah yang disediakan untuk menampung anak-anak dari Gunungbatu. [suara merdeka]




KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Jembatan Roboh, Siswa Di Bodeh Seberangi Sungai Untuk Sampai Sekolah Rating: 5 Reviewed By: asri yatno