Latest News
Friday, February 14, 2014

Diversifikasi Pangan di Pemalang

Sawah - IST
Seputar Pemalang - Banjir yang beberapa waktu lalu ini melanda beberapa kabupaten/kota di pantura Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Pemalang, mendatangkan kerugian besar, baik material maupun nonmaterial. Banyak lahan pertanian hancur tersapu banijr, ternak mati dan perabot rumah tangga hanyut terbawa arus.

Terkait banjir, pendataan di Jateng dari Desember 2013 hingga awal Februari 2014 tercatat 41.132 ha sawah terendam. Areal pertanian di Kabupaten Pemalang yang terkena dampak banjir cukup luas.

Di Kecamatan Pemalang saja sekitar 80 ha sawah di beberapa desa, seperti Danasari, Bojongnangka, Sewaka, Bojongbata, Widuri. dan Sugihwaras, tergenang. Rata-rata tanaman padi yang terendam banjir masih berumur muda, sekitar 15-30 hari, dan seharusnya sudah bisa dipanen pada April mendatang.

Hal itu tentu akan memengaruhi produksi padi musim tanam tahun ini. Konsekuensi lain terkait dengan turunnya produksi otomatis akan mendorong kenaikan harga beras yang sekarang sudah Rp. 8.500 per kg.

Pengertian makan pada sebagian besar warga Jateng masih identik dengan nasi. Di luar itu, mereka mengatakan” belum makan” jika belum menyantap sepiring nasi, meskipun kenyataannya sudah mengonsumsi pangan nonberas.

Bencana banjir di Jateng bisa memberi hikmah andai kita sadar bahwa selain beras, masih banyak produk pangan yang bergizi tinggi, antara lain ketela pohon, sukun, jagung, ubi jalar, kentang, dan talas. Karena itu, sejatinya warga Jateng bisa mengonsumsi bahan pangan lain yang tak kalah lezat dan cukup bergizi sebagai ”pengganti” beras.

Ketika penulis mendatangi Batursari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, desa yang berjarak sekitar 45 km selatan kota Pemalang, mendapati cukup banyak warga desa itu mengonsumsi nasi jagung sebagai makanan utama sehari-hari. Kita bisa membayangkan enaknya makan nasi jagung hangat di desa berhawa sejuk karena terletak di lereng Gunung Slamet.

Banyak Serat

Di desa itu pun kita mudah menjumpai produk turunan dari jagung, di antaranya tepung, aneka snack, brondong (popcorn), jenang, dan sirup. Jagung mengandung zat antioksidan yang membantu menjaga kulit awet muda. Jagung manis sangat bermanfaat karena kaya vitamin B dan asam folat guna mencegah anemia.

Selain itu,  memliki banyak serat yang baik bagi pencernaan. Vitamin C, karotenoid, dan bioflavinoid yang terkandung dalam jagung manis dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol dan meningkatkan aliran darah dalam tubuh.

Pakan bergizi yang juga menyehatkan adalah ketela pohon, yang banyak mengandung karbohidrat. Adapun sukun, yang juga banyak ditemui di Kabupaten Pemalang, tak kalah enak dari jagung atau ketela dan ubi. Di Kabupaten Pemalang, berbagai komoditas pengganti beras, seperti jagung, ketela pohon, sukun dan lain-lain banyak dijumpai karena karakteristik lahan/tanah cukup responsif.

Bahkan Pemprov Jateng, melalui Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Pemalang, menerapkan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) berkonsep Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Pemberdayaan kelompok wanita tani di beberapa desa di Kabupaten Pemalang terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

Upaya itu dilakukan lewat pemanfaatan pekarangan rumah tangga. Terkait dengan hal itu, seyogyanya kita tidak perlu cemas atau khawatir terhadap kenaikan harga beras akibat tanaman padi gagal panen karena banjir. Pasalnya, masih banyak alternatif pangan yang tidak kalah bergizi ketimbang beras.

Musibah banjir yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Pemalang semoga membawa berkah positif bagi petani. Keberlimpahan air di areal persawahan dapat mencuci semua unsur kimiawi dari pupuk atau pestisida yang selama ini mengendap dalam tanah dan tanaman sehingga tanah kembali bersih dan subur.

Selain itu, banjir masuk ke lubang-lubang tikus di tepi sawah atau pematang sehingga secara alami hama itu terbasmi.[suara merdeka]


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Diversifikasi Pangan di Pemalang Rating: 5 Reviewed By: asri yatno