Latest News
Wednesday, January 29, 2014

23 Desa di Pemalang Terendam Banjir

Foto : RRI
Seputar Pemalang - Curah hujan yang masih tinggi, ditambah kiriman air dari arah selatan Sungai Comal, membuat sungai meluap. Puluhan desa di Kabupaten Pemalang yang berdekatan dengan bantaran sungai terendam. Sementara itu, Kota Pekalongan kembali diterjang banjir, setelah sepekan lalu terendam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang mencatat, setidaknya ada 23 Desa yang berada di 7 Kecamatan terendam air sejak Senin dini hari hingga pukul 04.00 WIB. Ribuan warga yang rumahnya terendam, bahkan tenggelam, akhirnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Mengatasi banjir, di bawah koordinasi BPBD, lintas instansi sudah diterjunkan. Karena ketinggian air bertambah dari kondisi Sabtu dan Minggu lalu saat banjir pertama kali menggenangi kawasan Pantura Pemalang.

Kepala BPBD Pemalang Drs Wismo MPd saat Selasa (28/1) sore kemarin berkeliling di Bodeh yang juga terdampak banjir. Dia  mengungkapkan, ketinggian Bendung Sokawati sampai 4,2 Meter, sehingga aliran sungai meluap.

“Kita mendirikan lagi dapur umum untuk tiga wilayah yang terdampak banjir paling parah. Di Limbangan, Pesantren dan Mojo, Kecamatan Ulujami. Terpusat di sana, koordinasi pengendalian bencana banjir ini kita laksanakan,” katanya.

Disampaikan Wismo, berbagai pihak terkait sudah merapatkan barisan untuk menangani bencana banjir ini. “Protapnya jelas, kita tangani dan minimalisir korban jiwa. Kita penuhi kebutuhan sehari-hari. Khususnya makanan bagi para korban banjir. Kita juga siagakan tenaga medis untuk penanganan darurat korban banjir,” katanya.

Seperti halnya banjir sebelumnya, dalam banjir kali ini dikerahkan 4 perahu karet yang berasal dari BPBD, Polri, SAR dan Angkatan Laut untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak di rumah.

Sesuai laporan, banjir Minggu 19 Januari kemarin yang dilansir Pemkab Pemalang dan dilaporkan ke Wakil Gubernur yang datang memberi bantuan. Jumlah pengungsi mencapai 770 jiwa. Jumlah ini semakin bertambah karena wilayah terdampak banjir kali ini semakin luas.

“Kita bahu membahu untuk mengatasi banjir. Seluruh pihak terkait dan yang peduli sudah turun tangan, meskipun baru saja kemarin turun ke Ulujami. Seharian tadi saya juga konsentrasi di Mojo, meskipun koordinasinya juga mencakup kecamatan lain,” kata Wismo.

Kabag Humas Setda Pemalang Nurkholis, kepada Satelitpost kemarin menyampaikan, pihaknya juga langsung ke lokasi banjir untuk mendampingi Bupati H Junaedi SH MM yang akan turun langsung ke lokasi banjir untuk memastikan sudah tertangani dengan baik.

Banjir Lagi
Sementara itu, hujan yang turun sejak Senin malam hingga pagi kembali membuat wilayah Kota Pekalongan kebanjiran, Selasa (28/1). Banjir kembali merendam Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat.

Bagian Humas Polres Pekalongan Kota melansir, banjir pada Selasa dengan kisaran waktu pukul 08.00 s/d 13.00 WIB membuat ketinggian air mencapai  30 cm hingga 70 cm. Di Pekalongan Utara ketinggian banjir berkisar antara 40-50 cm, di Pekalongan Barat antara 30 s/d 70 cm. Sementara di Pekalongan Timur ketinggian air mulai 30-120 cm dan di Pekalongan Selatan 20-30 cm.

Menurut Anggota Babinsa Koramil Pekalongan Utara, Sirtu Haryono, Posko dapur umum sudah siaga sejak banjir minggu yang lalu. Posko yang didirikan berada di markas Kodim dan di kompleks taman makam pahlawan. Posko dapur umum di markas Kodim sudah mulai beroperasi sejak pagi. Posko itu digunakan untuk memasak makanan untuk pengungsi di wilayah Pekalongan Barat.

Sedangkan posko di taman makam pahlawan untuk pengungsi di Pekaongan Utara belum beroperasi. Dapur umum, kemarin menunggu logistik dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Pekalongan.

“Peralatan yang untuk memasak kemarin sudah dikembalikan ke Semarang, alat yang untuk masak nanti tidak tahu dari mana?” kata Haryono, Senin (28/1).

Pantauan SatelitPost di lokasi banjir, PMI, SAR, Satpol PP, Dalmas dan Brimob sudah terjun membantu evakuasi warga. Seperti di kelurahan Bugisan yang sebagian warganya mengungsi di Kantor PMI, banjir mencapai ketinggian hingga 1 meter. Gabungan tim evakuasi itu harus menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga. Warga bugisan anak-anak dan perempuan dievakuasi di kantor PMI. Sedangkan warga laki-laki dievakuasi ke gedung olah raga (GOR).

Warga Bugisan, Joni (60), mengaku rumahnya terendam setinggi 1 meter lebih. Beberapa anggota keluarga dan tetangganya pagi hingga siang kemarin dievakuasi. Menurutnya, pengungsi hingga sian gtadi belum mendapatkan makanan. sedanagkan warga Tirto sejak pagi tadi sudah mengungsi di Masjid Al-Karomah

“Saya berharap pemerintah lebih siaga dalam mengevakuasi dan lebih cepat merespon kebutuhan warga,” ujar Joni. (Tri Atmodjo, Khusnul Kowim-satelitpos)


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: 23 Desa di Pemalang Terendam Banjir Rating: 5 Reviewed By: asri yatno