Latest News
Monday, December 9, 2013

Sejumlah Komunitas Gairahkan Pemalang

KOMUNITAS Ilalang melukis bersama obyek bakul jamu di depan Melati Resto. SATELITPOST
Seputar PemalangSejumlah Komunitas Gairahkan PemalangApa ceritanya jika berbagai komunitas yang ada di Pemalang bisa menggelar acara bareng? Tentu menjadi sangat spesial dan luar biasa. Seperti yang telah berhasil digelar pada Sabtu (7/12) kemarin sejak siang pukul 14.00 WIB di Melati Resto Widuri.

Acara yang dipungkasi pukul 22.00 WIB ini berlangsung meriah dengan hadirnya berbagai komunitas muda Pemalang, seperti komunitas para pelukis yang tergabung dalam perupa Pemalang (Ilalang), komunitas bebatuan dari Mrancang Kencono kelompok Punggawa Jabal Salam.

Ada juga komunitas fotografi pimpinan Sarbu Riyono, komunitas musik akustik dengan hadirnya Band Athira, dan yang menyusul mengikuti acara ini dari pencinta kucing Pemalang pimpinan Nurkholis.

Melati Resto yang lokasinya berada di pinggir jalan utama menuju lokasi Wisata Widuri, membuat acara yang memanfaatkan halaman luar ini sangat semarak. Masyarakat dan muda-mudi yang datang disuguhi pertama kali oleh aksi puluhan perupa Ilalang, yang menggelar aksi melukis bareng dengan model seorang penjual jamu.

Dengan sistem pembagian waktu sedemikian rupa, sehingga memberi kesempatan model istirahat, para pelukis mempertunjukkan kemampuannya secara langsung. Masyarakat pun berkerumun menyaksikannya. Ilalang juga rupanya telah mendisplay hasil karya di dinding dalam Melati Resto, yang itu bisa dimiliki oleh masyarakat karena memang disiapkan untuk dijual.

Seorang perupa Ruswadi menuturkan, even dengan multi komunitas ini menjadi sangat menarik, dan seharusnya dilanjutkan kebersamaannya. “Saya berterimakasih, dan bangga dengan semua temen temen di sini yang mau bersatu padu, dengan karya masing-masing, bersinergi dan berkomunikasi,” katanya.

Sementara itu, geser ke ruang dalam Melati Resto, dipajang di meja panjang puluhan batu akik dan batu mulia Mrancang Kencono dari komunitas Punggawa Jabal Salam. Sejumlah batu itu ada yang masih bahan mentah, dan ada juga yang sudah jadi. Para penikmat batu dan juga masyarakat pun banyak yang bertanya-tanya demi melihat keunikan benda itu.

“Ini chrysopas dan chrisocola, harganya kalau sudah jadi satu cincinnya hingga Rp 1,5 juta di pasaran umum, ini yang sudah plong tembus sinar,” kata Joyo, koordinator punggawa Jabal Salam. Joyo juga mengapresiasi positif acara ini dan memprioritaskan untuk hadir, meskipun sebenarnya dia akan berangkat mengikuti pameran batu di Jogja.

Kemeriahan berbeda nampak di pojokan utara kafe bagian timur, dimana puluhan keluarga yang membawa kucing-kucingnya dari berbagai jenis, saling berbagi informasi dan bercanda. Hampir 20-an kucing dibawa komunitas pecinta kucing ini. Bahkan ada kucing yang lepas kabur saat tidak sengaja bertemu sesama kucing jantan. Untungnya bisa diambil setelah sempat lari sepuluhan meter.

Tidak ketinggalan pula aksi dari komunitas fotografi yang tidak mau melewatkan berbagai momen dari banyak komunitas itu yang menarik perhatiannya. “Dari sini kita harapkan komunitas di Pemalang bisa bersatu. Kita juga bersepakat, dengan kebersamaan, kita bisa berkarya, bersinergi dan saling berbagi,” kata koordinator acara Dimas Eko Prasetyo.

Banyak yang Berminat

Gelar acara bareng berbagai komunitas di Melati Resto Widuri, Sabtu kemarin, rupanya memunculkan semangat untuk terus berkarya, sekaligus menarik minat komunitas lain untuk bergabung. Seperti salah satu pengunjung, yang ternyata juga anggota komunitas Bus Mania Pemalang, Dedi. Warga Jalan Samosir Perumnas Bojongbata yang saat itu datang dengan pacarnya ini menyempatkan untuk masuk berinteraksi dengan berbagai komunitas.

Dedi yang kemudian bertemu dengan koordinator acara Dimas Eko Prasetyo, juga menyampaikan harapannya, agar dalam even ke depan komunitas Bus Mania Pemalang bisa turut dilibatkan. ”Iya mas, kita ingin ndaftar, bagaimana caranya ya, biar kita bisa turut gabung bareng dengan komunitas kreatif lain di Pemalang,” kata Dedi.

Disampaikan Dedi juga, komunitas Bus Mania merupakan komunitas nasional yang di Pemalang anggotanya mencapai 50-an orang. “Di Pemalang sini kita sampai 50 orang. Melihat even seperti ini saya sangat tertarik, karena selama ini kita sangat menginginkan ketemu dengan banyak komunitas, dan tidak sekadar bertemu, tetapi bisa tetap berkarya sesuai bidangnya masing-masing,” katanya.

Dimas sendiri menyampaikan kepada Dedi, mereka terbuka untuk bergabungnya berbagai komunitas lain di Pemalang. “Silahkan, sekarang juga kami persilahkan teman teman dari Bus Mania yang lain untuk datang. Ayo kita ngobrol, karena kuncinya tidak kenal maka tak sayang,” kata Dimas.

Sementara salah seorang pengunjung yang juga wartawan SCTV Agus Hermawan menyampaikan, sangat jarang ditemui komunitas berbeda kesenangan tetapi bisa dinamis dalam satu even. “Ini idenya sangat cerdas, dan yang menghimpun bisa mencarikan titik temu. Karena memang satu sama lain bisa bersinergi, bisa saling mengisi dan saling mendukung,” kata Agus.

Sementara dari komunitas Paguyuban Perantau Pemalang yang baru datang sebagai undangan menyatakan rasa senangnya hadir di tengah acara itu. “Kami diundang untuk datang, ke depan kita ingin tidak cuma jadi penonton, karena kita juga punya produk kerajinan kreatif yang bisa dishare ke masyarakat,” kata Ketua Pthree Pemalang Erva yang datang dengan sejumlah pengurusnya. (Satelit Pos / Tri Atmodjo)

KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Sejumlah Komunitas Gairahkan Pemalang Rating: 5 Reviewed By: asri yatno