Latest News
Monday, December 9, 2013

Lukisan Seniman Pemalang Ini Dihargai Rp 400 Juta

Abdul Rosyid, Pelukis Pemalang yang Moncer di Bali. SATELITPOST
Seputar Pemalang - Apa yang diperoleh Abdul Rosyid saat ini sebagai pelukis tidak datang tiba-tiba. Masa-masa sulit pernah dia alami. Pada tahun 2000 dia memutuskan ke Bali dengan bekal finansial yang minim. Pernah dalam kurun waktu tiga bulan, dia pernah setiap pagi mendatangi sebuah pasar untuk melakukan aktivitas menggambar sket.

“Kegiatan itu saya hentikan setelah merasa cukup dalam tiga bulan. Sket itu untuk salah satu teknik dasar mengasah kemampuan melukis,” ujarnya. Masa krisis petualangannya di Bali terus berlangsung hingga tahun 2004, jadi bukan waktu yang singkat. Tetapi waktu itu dimanfaatkannya untuk belajar dasar melukis, seperti sket, warna, komposisi, baik untuk gambar model, gambar langsung maupun foto.

“Ada satu pengalaman yang paling menyenangkan saat masih dalam masa krisis itu, saat mengikuti pameran sket pasar, saat itu punya saya dibeli oleh seorang turis dari Australia dengan harga hingga Rp 400 ribu. Nilai tertinggi pertama kali yang bisa saya raih, karena paling mahal lukisan saya jual Rp 100 ribu,” katanya.

Setelah tahun 2005, barulah kemampuannya melukis bisa dihargai oleh berbaga komunitas seni di Bali. Sejumlah galeri sudah memesan lukisan-lukisannya, khusus untuk tema Panen Bali. “Tema Panen Bali yang saya buat memang sangat berbeda dengan yang sudah ada. Inilah yang membuat galeri banyak yang memesan hingga sekarang,” katanya.

Keputusan pulang kampung diambilnya, karena ingin berbakti kepada ibunya. “Meninggalnya bapak, saya tidak bisa pulang dari Bali, sehingga setelah saya rasa jejaring cukup, saya melanjutkan karya saya di Pemalang, tetapi masih konek dengan Bali,” katanya.

Seperti sekarang, dia sedang menyelesaikan lukisan dengan ukuran 3 X 1,5 meter, yang merupakan pesanan pihak galeri. “Galeri menghargai lukisan ini Rp 17 juta. Sementara untuk ukuran yang lebih kecil yaitu 1,5 X 0,9 M sampai Rp 7 juta,” katanya.

Dia di Pemalang juga berusaha mengaktifkan komunitas seni rupa yang ada dengan berbagai kegiatan. “Budaya di sini belum tumbuh, sehingga butuh untuk dimulai. Di samping memang saya harus di Pemalang untuk berbakti kepada ibu,” katanya.

Untuk omzet yang bisa dia dapatkan, Rasyid menjelaskan bahwa waktu kerjanya tidak pasti, kadang lukisan besar bisa selesai 3 bulan, sehingga sangat sulit mengukur omzet. “Yah, kalau dirata-rata Rp 5 juta per bulan, tapi saya rasa itu masih ketinggian,” katanya. (satelitpos - Tri Atmodjo)


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Lukisan Seniman Pemalang Ini Dihargai Rp 400 Juta Rating: 5 Reviewed By: asri yatno