Latest News
Monday, December 9, 2013

Kades Ramai-ramai “Wadul” Jalan Rusak ke Gubernur

GUBERNUR Jateng saat sarasehan dengan Korpri Pemalang, Senin (2/12). SATELITPOST/TRI ATMODJO
Seputar Pemalang Jalan penghubung antarkota kecamatan di Pemalang rupanya masih lebih jelek dibandingkan daerah tetangganya. Hal ini mengemuka saat sarasehan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Korpri Pemalang, Senin (2/11) lalu.

Dari lima orang yang diberi kesempatan gubernur, dua orang penanya ternyata dari daerah yang berbatasan langsung dengan Purbalingga dan Kabupaten Pekalongan. 
Seperti disampaikan Kades Pakembaran Pulosari Sumarmo, yang mendapat kesempatan berbicara setelah diberi kesempatan gubernur untuk mengeluarkan unek-unek. Dia menyampaikan jalan di desanya masih kalah jauh dengan daerah Purbalingga, di mana desanya berbatasan langsung.
Sumarmo menyampaikan, saat ini jalanan penghubung masih jalan kabupaten. Dia sangat berharap agar bisa menjadi jalan provinsi, sehingga bisa diperbaiki. “Biar tidak kalah dengan jalanan aspal di Purbalingga yang lebih baik kondisinya dari di tempat kami,” jelasnya.
Penanya yang lain, juga menyebut mengenai infrastruktur di daerah bodeh, yang bertetangga langsung dengan Kabupaten Pekalongan. Disampaikan, mereka sangat mengharapkan bisa perbaikinya jalan penghubung antara Bodeh dengan Ampelgading.
“Jalannya tidak rusak, tetapi sangat bergelombang, jadi membuat tidak nyaman. Kami mengharapkan agar jalan bisa seperti di Kesesi Kabupaten Pekalongan,” jelas seorang kades dari daerah Bodeh.
Selain itu, Kades Pegiringan Dohar Hidayat juga menyampaikan kondisi jalan di depan balai desanya yang termasuk jalan provinsi. Kondisi jalannya rusak dan tergenang, sehingga saat hujan selalu kebanjiran. 
“Balai Desa Pegiringan depannya merupakan jalan provinsi, di depan ada beberapa meter jalan yang rusak, sehingga jika hujan, pasti kebanjiran, sehingga kami minta agar bisa diperbaiki,” jelasnya.
Demikian pula disampaikan Kades Pesantren Ulujami Sri Rahmawati, yang mengaku telah mengajukan bantuan dengan meminta 200 drum aspal, tetapi diberi 10 drum oleh Bupati Pemalang.
“Saya minta Pak Gubernur bisa tilik ke Pesantren, biar bisa dilihat langsung kondisinya. Agar bisa lebih baik lagi ke depan. Karena kita sudah mengajukan permohonan 200 drum, alhamdulillah sudah dibantu Pak Bupati 10 drum,” katanya.
Atas hal ini Gubernur Ganjar Pranowo mengajak para kepala desa untuk bisa menjadi pemimpin yang baik dengan cara merencanakannya dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, sehingga jika pun akan diajukan ke provinsi, bisa tepat dan cepat direalisasikan.
“Maka inilah kenapa saya di depan menyampaikan pentingnya musrenbang. Sebagai wahana merencanakan pembangunan dengan baik,” jelasnya.
Disampaikan Ganjar, saat ini pihaknya sedang berkeliling Jawa Tengah dari satu kabupaten ke kabupaten atau kota lain, untuk melihat dari dekat kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta menggali aspirasi dari masyarakat. 
Hasil dari pengamatan langsung ke lapangan itulah yang nantinya akan menjadi bahan bagi perencanaan pembangunan Jawa Tengah ke depan, Tentunya dengan skala prioritas.
Terkait infrastruktur, Ganjar mengatakan, hasil kunjungannya ke beberapa daerah di Jawa Tengah, rata-rata kondisi infrastruktur rusak. Tidak hanya di Pemalang tetapi juga daerah lainnya. 
Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk bersabar. Karena untuk perbaikan maupun pembangunan jalan dengan anggaran pemerintah ada mekanisme atau tahapan-tahapan yang harus dilalui. “Tidak seperti menggunakan uang sendiri bisa langsung dibelanjakan,” katanya.
Ganjar menjelaskan, pengadaan pemerintah harus melalui tahap perencanaan, setelah itu ada proses dokumen lelang dan seterusnya. Sehingga memakan waktu yang relatif lebih lama. (Satelit Post)


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Kades Ramai-ramai “Wadul” Jalan Rusak ke Gubernur Rating: 5 Reviewed By: asri yatno