Latest News
Saturday, December 7, 2013

Bermodal Keikhlasan, Yasin Setia Merawat Kereta Pusaka Pemalang

Iring-iringan kereta kuda menyambut HUT Pemalang. (Foto: Radio Pantura FM)
Seputar Pemalang - Perawat benda-benda pusaka di setiap kabupaten atau kerajaan selalu mendasari kerjanya dengan rasa ikhlas. Demikian pula yang dilakoni Moch Yasin Aman Projo Rumekso (60) perawat Kereta Pusaka Kyai Seto Mraman di Kabupaten Pemalang.

Walaupun diberi honor yang relatif kecil, dia merasa ikhlas. Bapak lima anak itu menuturkan, banyak pengalamannya merawat benda-benda pusaka yang ada di kabupaten. Tentunya pengalaman yang berkaitan dengan dunia gaib. Namun begitu dia melakoninya dengan rasa senang. Termasuk ketika menerima honor Rp 700 ribu/bulan dari pekerjaannya itu.


”Saya bekerja seperti ini sudah senang sekali. Karena merawat barang-barang peninggalan wali atau raja jika dilakukan dengan ikhlas akan membuahkan berkah dalam kehidupan,” katanya saat ditemui di pendapa kabupaten, kemarin.

Tidak banyak jumlah orang yang mau bekerja seperti Yasin di zaman sekarang. Apalagi di daerah pantura, dimana barang-barang pusaka peninggalan raja-raja dulu banyak yang sudah hilang dan tak dilestarikan lagi.

Sehingga tidak banyak yang berminat mau bekerja di sektor itu. Bagi Yasin, merawat kereta Kyai Seto Mraman berangkat dari kejadian yang tidak terduga sebelumnya.

Ceritanya diawali ketika kereta berwarna hijau dan kuning emas itu diambil dari pembuatnya yaitu Empu Ngabehi Juwandi Rejo Budoyo di Sukoharjo, Solo pada 2011.

Dikirab

Ketika dikeluarkan dari peringgitan untuk dikirab pada Hari Jadi Kabupaten Pemalang pada 2012, kereta itu diperlakukan seperti barang biasa. Ternyata tanpa dinyananyana saat itu terjadi hujan angin dan beberapa pohon tumbang.

Setelah kejadian itu Yasin kemudian menawarkan diri untuk merawat kereta tersebut dan diterima oleh Bupati H Junaedi SH MM sampai sekarang. Setelah dirawat olehnya kini tidak terjadi hal-hal yang aneh. Termasuk ketika dikirab dalam HUT Pemalang pada 24 Januari 2013. Menurutnya, dalam merawat Kiai Seto dia minta izin dulu sama Empu yang membuat kereta tersebut.

Perawatan dilakukan setiap hari dengan membersihkan lantai yang ditempati kereta itu. Adapun pada Jumat Kliwon dan Senin Pahing dilakukan perawatan khusus dengan doa-doa. Ada banyak kejadian yang dialami ketika merawat Kyai Seto Mraman. Dia percaya bahwa kini benda tersebut telah memiliki kekuatan gaib.

Tapi dia menolak kalau hal itu dikatakan syirik. Karena segala doa yang dia panjatkan semuanya ditujukan kepada Allah Swt. Keinginan lainnya yang belum tersampaikan sampai sekarang adalah merawat gamelan dan wayang kulit peninggalan leluhur Kabupaten Pemalang.(Suara Merdeka)


KOMENTAR ANDA

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Bermodal Keikhlasan, Yasin Setia Merawat Kereta Pusaka Pemalang Rating: 5 Reviewed By: asri yatno